Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Jadi Kambing Hitam, Pertamina Disarankan Buka-Bukaan Saja

Ahad 05 Jan 2014 13:10 WIB

Red: Joko Sadewo

Pertamina

Pertamina

Foto: borneomagazine.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika tidak ingin jadi kambing, Pertamina diminta untuk membuka siapa yang menyetujui kenaikan harga gas elpiji 2 kg. Saat ini semua telunjuk mengarah ke Pertamina sebagai biang keresahan masyarakat akibat kenaikan tersebut.

Ekonom dari Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad Wibowo menjelaskan bahwa pengambilan keputusan kenaikan dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bisa dipastikan dalam rapat ini melibatkan Kementerian BUMN, yang biasanya diwakili deputi yang membawahi Pertamina.

"Pertanyaannya, siapa yang memutuskan? Apakah Menteri BUMN (Dahlan Iskan) atau deputi yang membawahinya?" ungkap Dradjad, Ahad (5/1). Karena tidak mungkin kenaikan ini tidak didasarkan persetujuan pihak Kementerian BUMN. Dradjad menyarankan agar Pertamina buka-bukaan saja terkait proses kenaikan harga elpiji 12 kg. 

Saat ini, Pertamina menjadi pihak yang menjadi kambing hitam atas kenaikan harga elpiji tersebut. Pihak pemerintah terkesan menunjuk ke Pertamina sebagai pihak yang menaikannya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA