Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Tanaman Cabai Membusuk

Ahad 02 Feb 2014 19:14 WIB

Rep: edy setioko/ Red: Damanhuri Zuhri

Tanaman cabai merah rusak akibat serangan hama.

Tanaman cabai merah rusak akibat serangan hama.

Foto: Antara/Mohamad Hamzah

REPUBLIKA.CO.ID, SRAGEN -- Tingginya curah hujan belakangan ini membuat petani menjerit. Penyebabnya, guyuran hujan tanpa henti berdampak buruk terhadap tanaman cabai. Daun tanaman yang memasuki masa pertumbuhan rontok, dan akhirnya membusuk.

Seperti diketahui, curah hujan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, menyebabkan puluhan hektar tanaman cabai di Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, mengalami kerontokan dan membusuk.

Petani cabai menangis. Selain tidak bisa panen, sekitar 200-an petani menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat cuaca buruk ini.

''Ya, namanya kondisi alam siapa yang bisa melawan. Petani bangkrut sudah menjadi resiko,'' kata Atmo Samino (56), petani dari Desa Pagak, Sabtu (1/2) akhir pekan lalu.

Sartro Karjan (49), petani lain, juga mengungkap hal serupa. Ia menanam cabai seluas dua hektar. Harapannya, akhir Februai- Maret panen raya. Berhubung tananam cabai dihantam hujan curah tinggi, harapan tersebut menjadi kosong.

Seperti diketahui, hamparan tanaman cabe di sana bila diperhatikan sekilas dari kejauhan tampak hijau royo-royo.

Tanaman cabai tampak rimbun, sehat dan menghijau daunnya. Namun, bila didekati dan diperhatikan secara seksama, tanaman cabai dengan luas sekitar 10 hektar ini banyak yang membusuk.

Seorang petani cabai di Desa Pagak, Sriyanto (53), mengatakan, tanaman cabainya banyak yang membusuk dan rontok. Ini akibat curah hujan yang tinggi selama sebulan terakhir.

Kondisi tanaman cabai miliknya selain membusuk, juga menguning dan daunnya keriting. Dia khawatir, tidak bisa panen. Bila dihitung setiap harinya, ada puluhan kilo gram daun cabai yang busuk.

''Tanaman cabai ini tidak tahan kalau kena guyuran hujan terus menerus. Tangkainya tidak kokoh dan daunnya keriting,'' kata Sriyanto.

Ia berharap, pemerintah memperhatikan nasib petani, seperti dirinya dengan memberikan bantuan yang dibutuhkan. Ini dilakukan agar petani cabai usahanya tetap berjalan.

Petani juga berharap, pemerintah mau membantu petani cabai. Paling tidak bisa menyelamatkan budidaya tanaman cabai, agar bisa membiayai hidup, kebutuhan untuk anak-anak sekolah.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA