Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Data Korban Tewas dan Pengungsi Erupsi Gunung Kelud

Jumat 14 Feb 2014 21:19 WIB

Rep: c57/ Red: Joko Sadewo

Abu vulkanik membumbung tinggi keluar dari Gunung Kelud terlihat di Desa Bladak, Blitar, Jatim, Jumat (14/2). (Antara/M Risyal Hidayat)

Abu vulkanik membumbung tinggi keluar dari Gunung Kelud terlihat di Desa Bladak, Blitar, Jatim, Jumat (14/2). (Antara/M Risyal Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Kepala Pusat Data Informasi (Pusdatin) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyebutkan erupsi Gunung Kelud menyebabkan tiga orang warga yang meninggal dunia

Selain korban meninggal, menurut Sutopo, ada 76.388 jiwa juga telah mengungsi. Sebelumnya muncul berbedaan jumlah maupun nama mereka yang menjadi korban, hal itu disebabkan informasi warga yang berbeda-beda.Apalagi warga di desa mengenal korban dengan sebutan nama yang berbeda-beda.

Pengungsi juga banyak yang sudah pulang, khususnya di Blitar, tutur Sutopo, Sehingga jumlahnya jauh berkurang. Saat ini terdapat 76.388 jiwa pengungsi dari 5 kabupaten/kota.

Berikut nama Ketiga korban tewas:

1) Mbok Nya (60 tahun), Perempuan, Warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Almarhumah mengalami sesak nafas akibat abu vulkanik.

2) Sahiri (70 tahun), Laki-laki, warga Dusun Ngutut, Desa Pandasari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.  Almarhum tertimpa tembok saat menunggu kendaraan evakuasi.

3) Sanusi (80 tahun), Laki-laki, warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kec Ngantang, Kab Malang. Almarhum mengalami sesak nafas saat berlindung di bawah meja.

Sebaran 76.388 jiwa pengungsi di 5 kabupaten/kota:

-Kabupaten Kediri: 66.139 jiwa
-Kota Batu: 3.220 jiwa
-Kabupaten Blitar: 2.070 jiwa
-Kabupaten Malang: 3.610 jiwa
-Kabupaten Tulungagung: 1.349 jiwa




BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA