Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Begini Cara 'Pelari' Indonesia Perangi Perdagangan Anak dan Eksploitasi Seks

Ahad 16 Feb 2014 15:19 WIB

Red: Hazliansyah

Komunitas

Komunitas "Berlari untuk Berbagi"

Foto: Republika/Hazliansyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puluhan pelari yang tergabung dalam komunitas "Berlari untuk Berbagi (BUB)" kembali melakukan kegiatan amal. Kali ini, pelari yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pengusaha hingga selebritas tanah air, melakukan penggalangan dana untuk membantu pendidikan anak usia dini (PAUD) bagi masyarakat yang berada di jalur Pantura.

"Kita semua disini melihat (olahraga) lari memiliki nilai yang baik untuk menjadi inspirasi," kata Sandiaga Uno, salah satu anggota komunitas "Berlari untuk Berbagi" saat ditemui di Senayan, Ahad (16/2) pagi.

Seperti kegiatan mereka terdahulu, komunitas "BUB" merangkaikan kegiatan itu dengan mengikuti ajang lomba marathon dunia. Kali ini yang dipilih adalah Tokyo Marathon yang digelar pada 23 Februari mendatang.

Mereka akan berlari sejauh 42 kilometer di Tokyo, sekaligus menggalang dana agar anak-anak di jalur Pantura mendapat pendidikan yang jauh lebih baik.

Anggota BUB lainnya, Melissa Karim menjelaskan, pengumpulan dana dilakukan dengan menawarkan kepada individu atau perusahaan untuk memberikan donasi dari setiap kilometer yang mereka tempuh.

"Untuk dana yang kita kumpulkan, akan kita sumbangkan ke Dewi Hughes International Foundation setelah melihat pengalaman mereka dalam mengelola dan membina pendidikan anak usia dini yang berkualitas," kata Melissa.

Sementara Dewi Hughes di kesempatan yang sama mengatakan, jalur Pantura dipilih karena di jalur itu mobilitas sangat tinggi. Ramainya lalu lintas antarprovinsi menjadikan kawasan itu menjadi hotspot perdagangan anak di bawah umur tertinggi di Indonesia.

Hal ini terjadi karena banyaknya keluarga prasejahtera dan ketidakmampuan guru dan orang tua dalam mendidik secara efektif. Maka dari itu diperlukan strategi pencegahan kejahatan kemanusiaan ini. Salah satunya adalah dengan pendidikan.

"Kalau dulu saya fokus dalam perlindungan anak, tapi nyatanya dari tahun ke tahun angkanya tidak berubah. Akhirnya saya ke pendidikan," jelas Dewi.

Pendidikan diberikan mulai dari masa kehamilan, memberi panduan tentang gizi sehat agar tumbuh kembang anak baik dan memiliki karakter.

"Dengan karakter yang kuat, diharapkan mereka bisa memilih pekerjaan yang layak dan bermartabat," kata Dewi Hughes.

Di kesempatan itu juga dilakukan lelang satu unit vespa yang laku terjual dengan angka Rp 97,5 juta.





BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA