Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Bantul Ekspor Udang Vaname ke Korea-Amerika

Selasa 25 Feb 2014 22:38 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Udang Vaname

Udang Vaname

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengklaim bahwa udang vaname yang dihasilkan kelompok pembudidaya setempat diekspor ke Korea dan Amerika melalui eksportir di luar daerah.

"Produksi udang vaname Bantul sebagian besar dipasok ke Sidoarjo dan Cirebon, kemudian dari situ ada yang diekspor ke Korea, juga ke Amerika," kata Kepala Bidang Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Subiyanto Hadi, Selasa (25/2).

Meski begitu, pihaknya tidak mengetahui data pasti berapa ton udang vaname produksi Bantul yang diekspor ke luar negeri tersebut, karena yang menangani langsung adalah eksportir di Sidoarjo.

Ia mengatakan, perkembangan kelompok pembudidaya udang vaname di Bantul terutama di wilayah pantai selatan dinilai cukup pesat, bahkan sampai saat ini tercatat ada tiga kelompok yang berhasil mengembangkan usaha itu.

"Bahkan dari Dirjen Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beberapa waktu lalu juga mendatangi kelompok pembudidaya udang vaname di pantai Pandansmio, dan sudah terekpose bahwa Bantul ternyata pemasok udang vaname," katanya.

Ia mengatakan selama 2013 tiga kelompok yakni kelompok Vaname Lestari di Kecamatan Sanden mampu produksi 42 ton, kemudian kelompok Tirta Anugerah di Pandansimo Srandakan produksi 107 ton, dan Taruna Bahari memproduksi 40 ton.

"Total produksi udang vaname hingga Desember 2013 sebanyak 189 ton, padahal rata-rata kelompok memulai mengerjakan (membuat kolam) sejak Februari 2013, sehingga setidaknya mereka sudah dua kali panen," katanya.

Menurut dia, budidaya udang vaname hasilnya menguntungkan karena setiap kilogram harganya mencapai Rp90 ribu, udang jenis ini umumnya dimanfaatkan untuk menu makanan di rumah makan mewah.

"Untuk investasi awal memang butuh modal besar sekitar 150 juta untuk membuat kolam. Namun kalau sudah panen bisa kembali modal, sehingga panen berikutnya hasilnya bisa dinikmati karena hanya dikurangi biaya pakan dan perawatan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA