Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Kebakaran Lahan Meluas, Seratus Keluarga di Riau Mengungsi

Rabu 26 Feb 2014 23:43 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

kebakaran hutan (ilustrasi)

kebakaran hutan (ilustrasi)

Foto: Rony Muharrman/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Seratus keluarga penghuni 70 rumah di sejumlah kawasan di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, terpaksa mengungsi karena kebakaran lahan menjalar hingga mendekati permukiman mereka.

"Demi keamanan, sebanyak 100 keluarga terpaksa diungsikan karena api menjalar mendekati rumah-rumah warga," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada pers di Pekanbaru, Rabu (26/2) malam.

Guntur menyatakan, hal itu sesuai laporan yang disampaikan oleh Kapolres Indragiri Hilir terkait kondisi darurat kebakaran lahan dan kabut asap di daerah tersebut.

Ia mengatakan, ratusan keluarga itu diungsikan ke Kecamatan Pelangirane hingga situasi di masing-masing pertmukiman warga tersebut membaik.

Kebakaran lahan penyebab kabut asap tidak hanya terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, namun juga di hampir seluruh wilayah kabupaten/kota lainnya.

Di Kabupaten Bengkalis, dikabarkan sebanyak 90 keluarga juga telah mengungsi akibat api yang mulai merambat ke dekat permukiman warga.

"Kebakaran lahan di Dusun Bukit Lengkung, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukitbatu, terus meluas bahkan ada beberapa rumah serta perkebunan masyarakat yang hangus," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis Muhammad Jalal kepada pers lewat sambungan telepon.

Ia mengatakan, dari 90 keluarga yang mengungsi, sebanyak 37 keluarga atau sekitar 125 jiwa ditampung di tenda pengungsian yang disiapkan Pemkab Bengkalis. Selebihnya, kata dia, ada yang mengungsi ke rumah keluarga mereka di desa lain di Bukitbatu maupun ke Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA