Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Sleman Kirim Bantuan dan Relawan untuk Korban Kelud

Ahad 02 Mar 2014 13:03 WIB

Rep: Nur Aini/ Red: Yudha Manggala P Putra

 Kondisi Desa Laharpang, Puncu, Kediri, Jawa Timur, Selasa (18/2), yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud. (Republika/Adhi Wicaksono)

Kondisi Desa Laharpang, Puncu, Kediri, Jawa Timur, Selasa (18/2), yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud. (Republika/Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten Sleman mengirimkan bantuan senilai Rp 200 juta dan puluhan relawan untuk membantu korban erupsi Kelud di Kediri. Pengiriman bantuan dan relawan dilakukan bertahap hingga Senin (3/3).

Relawan yang diberangkatkan berjumlah 67 orang yang terdiri dari unsur tagana, SAR Sleman, dokter, perawat, dan masyarakat umum.

Sementara, bantuan yang diberikan adalah hidrant umum (sarana air bersih) untuk dipinjamkan selama 1 bulan, sarung selimut, tikar, terpal, handuk, peralatan untuk pembersihan  rumah, dan sejumlah uang tunai. Total bantuan tersebut sebesar Rp 200 juta.

Bantuan dibawa dengan 15 unit kendaraan ke Kediri mulai Jumat (28/2). Bantuan tersebut akan disalurkan di Kecamatan Puncu, Kepuh, dan Wates, Kabupaten Kediri.

Sementara itu, masyarakat Cangkringan yang pada 2010 menghadapi erupsi Gunung Merapi juga mengirimkan bantuan dan relawan untuk membantu korban erupsi gunung kelud. 

Menurut Camat Cangkringan, Bambang Nurwiyono, banyak dari dusun-dusun dan komunitas yang ada di Kecamatan Cangkringan sudah mendahului mengirimkan bantuannya secara mandiri.  Karena antusiasme tersebut, Kecamatan Cangkringan kemudian mengumpulkan bantuan masyarakat untuk di kirimkan secara bersama-sama pada Senin (3/3). 

"Kecamatan Cangkringan akan mengirimkan 56 orang relawan, yang terdiri dari perwakilan masyarakat desa, polsek, koramil dan juga kecamatan," ujarnya, Sabtu (2/3).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA