Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Polusi Asap Buat Udara Pekanbaru Berstatus Berbahaya

Ahad 09 Mar 2014 21:19 WIB

Red: Fernan Rahadi

Asap akibat kebakaran hutan di Pekanbaru.

Asap akibat kebakaran hutan di Pekanbaru.

Foto: Rony Muharman/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Kualitas udara di Kota Pekanbaru turun drastis dalam dua hari terakhir dan mengakibatkan kini berstatus 'Berbahaya" karena polusi asap kebakaran hutan dan lahan yang melanda sebagian besar Provinsi Riau.

Berdasarkan pantuan di Pekanbaru, Ahad (9/3) petang, alat indeks pencemaran udara yang berada di pusat kota mencapai angka lebih dari 300 partikel debu (PM10). Artinya, status polusi udara sudah berbahaya (hazardous).

Padahal, pada pagi hari kondisi udara masih dalam status 'Sangat Tidak Sehat" menyusul asap pekat yang sudah menyelimuti Pekanbaru lebih dari satu bulan terakhir ini.

Dalam kondisi polusi yang makin parah, warga mengeluhkan tindakan pemerintah yang dinilai kurang optimal dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran lahan.
"Apa tidak ada rencana Gubernur Riau berantas asap ini," kata warga Pekanbaru, James Tampubolon.

Menurut dia, asap sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat. "Baru keluar sebentar saja sudah pusing," katanya.

Menurut warga lainnya, Riana Handayani, kondisi pencemaran asap pada tahun ini merupakan yang terparah sejak kebakaran hutan mulai menjadi kecenderungan di Riau pada 1997.

Selama ini pergantian pemerintahan di Provinsi Riau maupun di kabupaten dan kota ternyata belum menghasilkan solusi yang melindungi masyarakat dari bahaya asap kebakaran.

"Pemerintah kok sukanya jadi pemadam kebakaran saja. Apa tidak ada rencana pencegahan ya?" ujarnya.

Selama seharian penuh pada Ahad (9/3), asap pekat terus menyelimuti Kota Pekanbaru dari pagi sampai malam. Jarak pandang turun drastis bahkan hingga di bawah 500 meter.

Data Satgas Tanggap Darurat Asap Riau akhir pekan ini menunjukan polusi dalam status "Berbahaya" juga terjadi di Kabupaten Bengkalis dan Siak yang keduanya mencapai angka lebih dari 500 Psi.

Sudah lebih dari 40 ribu warga terserang penyakit akibat polusi asap. Dan luas hutan dan lahan yang terbakar lebih dari 14.000 hektare.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA