Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

7.000 Liter Bom Air Padamkan Kebakaran Riau

Ahad 09 Mar 2014 22:52 WIB

Red: Fernan Rahadi

  Kepulan asap dari hutan terbakar terlihat di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (28/2).   (Antara/Satgas Bencana Asap Riau)

Kepulan asap dari hutan terbakar terlihat di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (28/2). (Antara/Satgas Bencana Asap Riau)

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau menyatakan telah menjatuhkan bom air berkapasitas total 7.000 liter di kawasan lahan terbakar di sejumlah wilayah kabupaten/kota.

"Sejak 28 Februari hingga 8 Maret 2014, sudah dilakukan upaya 'water bombing' (bom air) oleh enam helikopter," kata Kepala Bidang Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo kepada Antara lewat pesat elektronik yang diterima, Ahad (9/3) malam.

Enam helikopter bantuan perusahaan dan yang dikerahkan negara, demikian Agus, telah melakukan 12 kali sorti bom air dengan kapasitas 500 liter (per sorti).

Upaya 'water bombing' masing-masing dilakukan di Kabupaten Bengkalis ada sebanyak 1.500 liter atau tiga kali sorti, kemudian di Suak juga dengan jumlah yang sama.

Selain itu, kata dia,a pengeboman air juga dilakukan di lahan terbakar di Kota Dumai dan Perawang dengan amunisi total 2.000 liter air, serta di Tembilahan sudah seribu liter air yang disiramkan untuk kawasan terbakar.

Sementara itu, lanjut kata dia, untuk di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah dilakukan pengeboman air sebanyak seribu liter dan berhasil memadamkan beberapa titik kebakaran lahan.

Data kegiatan Tim Satgas Penanggulangan Bencana Kabut Asap menyatakan, hingga saat ini upaya 'water bombing' masih terus dilakukan.

"Titik kebakaran lahan awalnya telah berkurang, namun sempat bertambah karena tidak terjadi hujan," katanya.

Saat ini menurut data tersebut, delapan helikopter untuk upaya bom air telah berada di Pangkalan Udara TNI Roesmin Nurjadi Pekanbaru yang juga menjadi markas bagi Satgas Penanggulangan Bencana Kabut Asap.

"Satgas darat juga terus berupaya melakukan bantuan pemadaman dengan juga melibatkan masyarakat," kata Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA