Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Kemenpera Bangun 26 MCK Komunal di Kelud

Ahad 16 Mar 2014 21:27 WIB

Red: Julkifli Marbun

 Kondisi Desa Laharpang, Puncu, Kediri, Jawa Timur, Selasa (18/2), yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud. (Republika/Adhi Wicaksono)

Kondisi Desa Laharpang, Puncu, Kediri, Jawa Timur, Selasa (18/2), yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud. (Republika/Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kementerian Perumahan Rakyat membangun 26 unit kamar mandi, tempat cuci, dan kakus atau MCK komunal di kawasan terdampak erupsi Gunung Kelud (1.731 mdpl) yang meliputi Kabupaten Blitar, Kediri dan Malang.

"Saat ini sedang dibangun dan masih dalam tahap proses. Semuanya ada 26 unit di 26 titik," ujar Menteri Perumahan Rakyat RI, Djan Faridz, kepada wartawan di Surabaya, Minggu.

Sebanyak 26 MCK komunal tersebut dibangun di tiga daerah terdampak, yakni sejumlah kecamatan di Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri.

"Semoga pembangunannya segera selesai dan sudah bisa digunakan warga di sana. Kalau dibutuhkan nanti kami akan mengevaluasinya lagi," kata dia.

Sedangkan untuk pembenahan atau proses rehabilitasi rumah milik warga, Djan Faridz mengaku hal itu merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan selesai dilaksanakan.

"Kemenpera memberikan bantuan berupa pembangunan MCK komunal. Pembangunan rumah dan sebagainya merupakan tanggung jawab Pemprov Jatim," kata dia.

Pihaknya bahkan mengapresiasi Gubernur Jatim Soekarwo beserta jajaran Forpimda Provinsi karena bersama-sama merehabilitasi rumah serta membangkitkan semangat perekonomian warga korban erupsi Gunung Kelud.

Total, sekitar 14 ribu lebih rumah milik warga yang mengalami kerusakan berat, sedang maupun ringan telah selesai diperbaiki. Bahkan, Gubernur Jatim telah mencabut status tanggap darurat Gunung Kelud.

Dari target yang semula dua minggu dengan pembenahan 8.000 lebih rumah, kemudian menjadi 12 ribu lebih dan bertambah menjadi 14 ribu lebih rumah, setelah seluruh proses rehabilitasi rumah dinyatakan tuntas 100 persen per 14 Maret 2014.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA