Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Kunjungan Capres ke Kiai Mirip 'Reality Show'

Rabu 07 May 2014 10:51 WIB

Red: Mansyur Faqih

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi terkait Pemilu 2014 di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (29/4).

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi terkait Pemilu 2014 di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (29/4).

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para kiai diminta untuk tak mudah terpesona oleh pencitraan capres yang datang untuk meminta restu dan dukungan. Karena itu bukan semata kunjungan biasa. Melainkan dilakukan karena terkait pilpres. 

"Kiai jangan mudah terpesona dengan pencitraan capres yang mengunjunginya. Kunjungan capres itu bukan silaturahim biasa, tetapi silaturahim politik karena terkait dengan pilpres," ungkap pengamat media UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra dalam keterangan resminya, Rabu (7/5). 

Menurutnya, jelang pilpres posisi kiai menjadi sangat strategis. Karena memiliki kharisma dan pendukung yang banyak. 

"Secara semiotis, kiai itu pertemuan antara simbol religius dan budaya. Karena posisi sosial itulah kiai menjadi sangat strategis secara politik. Terutama kiai sepuh dan berpengaruh. Pasti memiliki pengikut yang banyak. Pengikut kiai ini yang sebenarnya menjadi target komunikasi capres itu," jelasnya.

Ia menjelaskan, yang perlu dipahami kiai adalah capres yang datang berkunjung tersebut sudah di-setting.

"Jadi kunjungan tersebut mirip dengan acara reality show di televisi yang penuh setingan. Mengunjungi kiai terus belajar kitab kuning Jam'ul Jawami' Usuludin, itukan seperti settingan. Di-setting demikian agar citra capres secara batin dekat dengan kelompok mayoritas santri. Silaturahim setting-an ini yang harus dipahami sebagai pencitraan," paparnya.

Iswandi berharap, saat dikunjungi, kiai dapat menguji visi dan misinya sebagai capres. Apalagi, dalam sejarah Indonesia, kiai terlibat dalam proses politik kemerdekaan.  

"Kiai bisa bertanya visi dan misi capres yang mengunjunginya. Kalau capres tidak bisa memaparkan atau bahkan tidak punya visi dan misi sebagai capres, datang ke pesantren cuma ingin mencium tangan kiai, capres begini sebaiknya jadi santri saja," paparnya.

Sebelumnya, bakal capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) bersilaturrahim ke Pondok Pesantren Al Anwar di Sarang, Rembang, Jawa Tengah, dan bertemu dengan pengasuhnya KH Maimun Zubair. Sebelumnya, kiai sepuh itu juga menerima kedatangan Prabowo Subianto yang didampingi Ketua Umum PPP Suryadharma Ali. 

PBNU belakangan juga ramai didatangi sejumlah bakal capres. Mulai dari Prabowo Subianto, Jokowi, Mahfud MD, Pramono Edhie Wibowo, hingga Rhoma Irama.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA