Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Umat Buddha Ambil Air Waisak di Jumprit

Selasa 13 Mei 2014 13:05 WIB

Red: Citra Listya Rini

Peringatan hari Waisak

Peringatan hari Waisak

Foto: Hari Atmoko/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Ratusan biksu dan umat buddha berasal dari berbagai sangha melakukan puja bakti pengambilan air berkah waisak 2558 BE/2014 di Umbul Jumprit, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (13/5).

Puja bakti diawali dengan menyalakan lilin lima warna di altar, dilanjutkan puja bakti oleh majelis-majelis agama Buddha. Setelah itu, para biksu mengambil air dari Umbul Jumprit dengan menggunakan kendi.

Ketua Panitia Pengambilan Air Berkah Waisak Martinus Nata mengatakan mengawali pengambilan air berkah di Umbul Jumprit dilakukan kerja bakti di lokasi itu sejak 5 Mei 2014 dan pada 10-11 Mei 2014 dilakukan pengisian botol air berkah sebanyak 12.000 botol.

"Hari ini air tersebut dibawa ke Candi Mendut untuk disemayamkan setelah kami mengadakan upacara ritual puja bakti pemberkatan air Umbul Jumprit menjadi air berkah Waisak," katanya.

Ketua Umum Panitia Waisak Nasional S. Hartati Murdaya dalam sambutan tertulis yang disampaikan Karuna Murdaya mengatakan seperti biasanya umat buddha merayakan Waisak di Candi Mendut dan Borobudur dengan diawali pengambilan air Waisak di Umbul Jumprit kemudian dibawa ke Candi Mendut di Magelang untuk disemayamkan dan disakralkan.

"Selanjutnya akan dibawa melalui prosesi Waisak yang sangat besar menuju Candi Agung Borobudur, dipersembahkan sebagai sarana puja kepada para dewa dan Boddisatva sesuai dengan tradisi umat Buddha Indonesia sejak masa lalu . Air berkah tersebut akhirnya akan dibagikan kepada umat Buddha dan siapa saja, sebagai simbol dari kesejukan, kemurnian, kesucian, kesehatan, dan kesejahteraan," katanya.

Tradisi umat Buddha menggunakan air sebagai sarana peribadatan, diawali oleh Sang Buddha Gotama ketika memasuki Kota Vesali yang sedang dilanda wabah penyakit berat dan aneh sehingga banyak orang yang meninggal dan juga diramaikan oleh setan-setan gentayangan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA