Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kementan Kembangkan Sistem Monitoring AI Online

Rabu 21 May 2014 14:50 WIB

Red: Muhammad Hafil

Flu Burung jenis H7N9.

Flu Burung jenis H7N9.

Foto: drugdiscovery.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian mengembangkan sistem monitoring virus flu burung (AI/avian influenza) pada unggas secara online atau Influenza Virus Monitoring online (IVM Online).

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Syukur Iwantoro di Bogor, Selasa mengatakan, IVM Online merupakan sistem untuk memonitor sifat antigenik dan genetik dari virus AI khususnya highly pathogenic avian influenza (HPAI) pada unggas di Indonesia yang terintegrasi secara online.

"Dengan demikian perkembangan jenis virus HPAI di seluruh penjuru Indonesia dapat dimonitor. Hal ini sangat penting untuk menentukan strategi pengendalian dan pemberatasan AI yang cepat dan akurat," katanya saat peluncuran IVM Online.

Menurut dia, sistem IVM online memungkinkan pengguna dapat mengetahui posisi virus AI yang bersirkulasi di Indonesia dengan mudah karena ditampilkan dalam bentuk peta.

Sistem tersebut, tambahnya, dapat memberikan laporan dengan cepat dan tepat kepada pengambil kebijakan untuk menetapkan tindakan pengendalian penyakit selanjutnya, seperti vaksin yang harus digunakan dan antigen untuk diagnosa.

Syukur menyatakan, pengembangan IVM Online tersebut pihaknya bekerjasama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

Dia mengharapkan, ke depan kalangan laboratorium swasta maupun perguruan tinggi dapat bergabung dan berpartisipasi dalam IVM Online.

"Nantinya program ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pencegahan dan pengendalian flu burung serta penyakit zoonosis lainnya," katanya pada acara yang juga dihadiri Perwakilan FAO untuk Indonesia Mustafa Imir.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA