Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Pemkab Badung Niat Salin Arsip Milik Sejarawan Belanda

Senin 26 May 2014 23:57 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Terminal Mengwi di Kabupaten Badung, Bali.

Terminal Mengwi di Kabupaten Badung, Bali.

Foto: panoramio.com

REPUBLIKA.CO.ID, MANGAPURA -- Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, berencana menyalin arsip milik sejarawan asal Belanda Prof Henk Schulte untuk melengkapi dokumen bersejarah yang terbakar pada 1999.

"Kami masih akan melakukan pertemuan lebih intensif dengan Prof Henk Schulte, arsip apa saja yang dimilikinya di Belanda mengingat dia adalah sejarawan dan sempat melakukan penelitian sejak dulu di Bali," kata Kepala Kantor Arsip Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Arimbawa di Mangupura, Senin (26/5).

Dia berharap Prof Henk bisa membantu Pemkab Badung dalam mengumpulkan arsip yang terbakar di kantor lama di kawasan Nitipraja, Kota Denpasar, pasca-Sidang Umum MPR di Jakarta pada 1999 yang memilih KH Abdurrahman Wahid sebagai Gus Dur.

"Kejadian kebakaran tesrebut menjadi pembelajaran bagi kami agar tidak terulang di masa yang akan datang," katanya.

Namun, pihaknya tidak akan pergi ke Belanda secapatnya, akan dibahas lebih lanjut.

Selain itu, pihaknya juga meminta bantuan pengelola media massa yang masih memiliki arsip tetang Kabupaten Badung sejak zaman pemerintahan pertama akan disalinnya untuk melengkapai arsip.

Sementara itu, sejarawan asal Belanda Prof Henk Schulte sempat melakukan kunjungan ke Pura Taman Ayun bersama keluarganya.

Dia mengaku sangat mengagumi kinerja Pemerintah Kabupaten Badung dalam melestarikan Pura Taman Ayun sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan ke daerah terkaya di Provinsi Bali itu.

"Keindahan Pura Taman Ayun saat ini sangat jauh berbeda dibadingkan dulu. Namun arsitekturnya tidak ada yang berubah sehingga masih tetap terlihat indah," katanya.

Henk yang pernah menulis buku The Spell of Power: A History of Balinese Politics 1650-1940" terbitan 1997 dengan fokus Kerajaan Mengwi itu menilai Pura Taman Ayun merupakan sumber sejarah yang tidak pernah bisa habis untuk disimak. "Pura ini seperti sebuah buku yang selalu menarik untuk dibaca, ditafsirkan, dan diberikan makna sesuai dengan perkembangan zamannya," ujarnya.

Pihaknya siap membantu melengkapi arsip yang dibutuhkan Pemkab Badung yang terbakar pada 1999.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA