Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Tahun Ini Ada Dua Kasus Flu Burung pada Manusia

Rabu 18 Jun 2014 09:40 WIB

Rep: neni ridarineni/ Red: Muhammad Hafil

Flu Burung jenis H7N9.

Flu Burung jenis H7N9.

Foto: drugdiscovery.com

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Selama tahun 2014 ini sudah ada dua kasus Flu Burung H5N1 pada manusia yang dilaporkan di Indonesia yakni satu kasus terjadi di Jawa Tengah pada bulan April dan  satu kasus di Jakarta pada bulan Juni ini.

''Jadi selama bulan April-Juni ini baru negara Indonesia yang melaporkan adanya kasus Dlu Burung H5N1 pada manusia. Meskipun demikian, kalau dari tren epidemiologi yg ada maka ‎diperkirakan tidak akan ada peningkatan kasus berarti, baik di dunia maupun juga di Indonesia,''kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

(Balitbangkes) Kementerian Kesehatan  Prof Tjandra Yoga Aditama pada Republika,  Rabu (18/6).

Lebih lanjut dia mengatakan pola transmisi Flu Burung juga sejauh ini belum berubah‎, dimana penularan tidaklah terlalu mudah terjadi.

Kasus H5N1 yang terjadi di bulan Juni ini dialami oleh Reza Ahmadi (33tahun) meninggal di RS Islam Pondok Kopi.  Memang berdasar pemeriksaan di Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan adalah konfirm H5N1 dg realtime dan konvensional PCR, kata Prof Tjandra dalam surat elektroniknya yang dikirim Selasa malam (17/6).

Dengan demikian kasus Flu Burung (H5N1) di dunia yang telah dilaporkan sejak Januari hingga Juni ini berasal dari lima negara yakni: Kamboja sembilan kasus, Mesir dua kasus, Indonesia dua  kasus , Vietnam dua kasus dan China dua kasus.

Selanjutnya secara total ada 666 kasus flu burung (H5N1) yg terkonfirmasi  laboratorium di dunia dari 15 negara, 393 diantaranya

(59 persen) meninggal dunia. Berdasarkan hasil konfirmasi laboratorium negara terbanyak melaporkan kasys Flu Burung (H5N1) di dunia sebagai

berikut:  Indonesia 197 kasus,  Mesir 175 kasus,  Vietnam  127 kasus, Kamboja 56 kasus dan China 47 kasus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA