Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Yudi Latif Dapat Penghargaan dari Badan Bahasa

Senin 18 Agu 2014 20:16 WIB

Rep: C81/ Red: Djibril Muhammad

Yudi latif

Yudi latif

Foto: antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAAKRTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan penghargaan bagi para tokoh nasional dan daerah yang sudah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam berkomunikasi.

"Bahasa bukan sekadar alat berkomunikasi tetapi juga pemersatu bangsa, dan juga identitas bagi bangsa itu sendiri," kata Mendikbud Muhammad Nuh, pada acara Penghargaan Kebahasaan di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Senin (18/8).

Beberapa tokoh mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Kebahasaan, mereka adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh. Ia dinilai sebagai tokoh pembuat kebijakan.

Tokoh lainnya adalah Imam Prasodjo untuk kategori sosial, Radhar Pancha Dahana (ketegori kebudayaan), Panji Pragiwaksono (kategori hiburan) dan Yudi Latif (kategori pemuda).

"Mereka semua adalah panutan dalam berbahasa Indoonesia di ruang publik. Dalam bertutur mereka baik sekali dan juga sangat baik dalam karya-karya tulisannya," kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud, Mahsun, Senin (18/8).

Menurut Mashun, pemilihan tokoh tersebut adalah hasil seleksi dari rekomendasi masyarakat. "Media cetak, elektronik, dan media lokal, serta masyarakat memberikan nama tokoh," ungkapnya.

Namun, setelah di seleksi kembali, muncul 22 nama yang akhirnya disaring lagi para panelis. "Dipimpin oleh Renald Kasali, kami menyeleksi dengan pertimbangan cara berbahasa, baik di ruang publik, maupun lewat karya-karya tulisnya," kata Mahsun.

Selain kepada tokoh, penghargaan kebahasaan  juga diberikan kepada daerah. Penghargaan Adibahasa diterima oleh Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan. Beberapa daerah tersebut dipilih karena dianggap telah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam setiap kegiatannya.

"Setelah dilakukan pemantauan di beberapa daerah Indonesia, ketiga daerah ini dinilai paling baik dan aktif menggunakan bahasa Indonesia," kataya

Adibahasa sendiri adalah penghargaan bagi sebuah wilayah yang dinilai mampu melestarikan dan menjaga tata bahasa Indonesia dalam sehari-hari, baik di ruang publik atau di ruang terbatas seperti wilayah kegiatan yang melibatkan beberapa kelompok saja.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA