Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Sekjen Kemenristekdikti Serahkan SK Universitas BSI

Senin 17 Sep 2018 10:50 WIB

Red: Irwan Kelana

Sekjen  Kemenristekdikti, Prof  Ainun Na’im PhD, MBA menyerahkan SK Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Sekjen Kemenristekdikti, Prof Ainun Na’im PhD, MBA menyerahkan SK Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Foto: Dok BSI
Penggabungan 21 akademisi BSI, mengurangi biaya dan menguntungkan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Sekretaris Jenderal Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof  Ainun Na’im PhD, MBA menyerahkan SK Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kepada Pengurus Yayasan Bina Sarana Informatika, Efriadi Salim yang didampingi Direktur Bina Sarana Informatika (BSI) Naba Aji Notoseputro.

Penyerahan SK tersebut dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Seminar Motivasi bagi 9 ribu mahasiswa baru BSI yang bertempat di BSI Convention Center, Jalan  Raya Kaliabang nomor  8, Perwira, Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (16/9).

Prof Ainun Na’im mengatakan, penggabungan 21 akademi BSI menjadi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) merupakan kebijakan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk penyederhanaan suatu kampus sehingga lebih efesien.

“Selain mengurangi biaya, efisiensi ini juga menguntungkan masyarakat. Beban yang ditanggung lembaga atau masyarakat jadi lebih rendah. Dana yang ada bisa digunakan untuk kepentingan akademik. Dengan fasilitas pendidikan yang dimilikinya akan membuat mahasiswa bisa berkarir dengan baik nantinya di dunia pekerjaan,” katanya dalam rilis BSI yang diterima Republika.co.id, Senin (17/9).

Direktur BSI Naba Aji Notoseputro,  usai menerima surat keputusan (SK) tersebut mengatakan, perubahan BSI menjadi universitas prosesnya sudah cukup lama dilaksanakan. Perubahan ini dilakukan sebagai salah satu kesiapan BSI dalam menghadapai era Revolusi 4.0.

“Perubahan ini merupakan perjuangan kami dalam mendukung program pemerintah. Dari 24 perguruan tinggi yang dimiliki BSI grup, 21 perguruan tinggi (akademi dan sekolah tinggi) yang kita gabung,” kata Naba.

Naba menambahkan, perubahan menjadi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) ini akan memberikan manfaat kepada seluruh civitas BSI, baik mahasiswa, dosen maupun lulusannya.
 
“Lulusan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) nantinya akan lebih mudah untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat strata satu. Karena ke depannya UBSI akan memiliki empat  fakultas, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis,” ujar Naba.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA