Senin, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 Februari 2019

Senin, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 Februari 2019

Pasien ISPA di Sleman Hampir 1.000 Orang

Senin 24 Feb 2014 14:26 WIB

Rep: Nur Aini/ Red: Muhammad Fakhruddin

Pembagian masker gratis

Pembagian masker gratis

Foto: ACT

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Abu vulkanik Gunung Kelud menyebabkan ratusan orang menderita penyakit pernapasan di Kabupaten Sleman. Dalam sepekan sejak hujan abu vulkanik, pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencapai 945 orang.

Jumlah pasien tersebut didata Dinas Kesehatan Sleman sejak hujan abu pada 13 Februari hingga 21 Februari 2014. Abu vulkanik Gunung Kelud juga memicu sejumlah penyakit saluran pernapasan lain seperti radang tenggorokan (faringitis) yang diderita 520 orang dan radang cabang tenggorokan (bronkitis) dengan 92 pasien. Pasien asma dan radang paru-paru didata masing-masing mencapai 91 dan 7 orang.

Selain pernapasan, abu vulkanik memicu radang selaput mata (konjungtivitis), gatal-gatal (dermatitis), dan diare. Sebanyak 104 orang di Sleman menderita radang selaput mata. Sementara, dermatitis di derita 180 orang dan 192 orang lainnya menderita diare.

Abu vulkanik Kelud juga dinilai dapat menyerang saluran pencernaan jika bercampur air minum. Menurut Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sleman, Novita Krisna, abu vulkanik mengandung silika dan aluminium yang tinggi. "Zat itu seharusnya tidak masuk berlebihan ke dalam tubuh, kalau masuk akan merusak organ tubuh yang dalam jangka pendek bisa menyebabkan diare," ungkapnya ditemui di kantornya, Senin (24/2).

Dampak abu vulkanik dapat dikurangi dengan penggunaan masker. Sumber air minum dari sumur terbuka juga dinilai perlu dikuras untuk mengurangi dampak abu vulkanik pada air minum. Jika kesulitan menguras sumur, Novita mengatakan air perlu dijernihkan dengan beberapa zat seperti polyaluminium cloryd (PAC) atau tawas. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES