Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Waduk Mengering, Layanan PDAM Magetan Terganggu

Ahad 19 Oct 2014 03:01 WIB

Red: Hazliansyah

Waduk mengering.Sejumlah warga mengamati air di Waduk Dawuhan yang sudah mulai mengering, di Desa Plumpungrejo, Wonoasri, Madiun, Jawa Timur,Selasa (9/9).

Waduk mengering.Sejumlah warga mengamati air di Waduk Dawuhan yang sudah mulai mengering, di Desa Plumpungrejo, Wonoasri, Madiun, Jawa Timur,Selasa (9/9).

REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terganggu akibat Waduk Gonggang yang menjadi sumber air mengalami kekeringan pada musim kemarau saat ini.

Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan pdam Magetan Gunawan Sapta Aji di Magetan, Sabtu, mengatakan Waduk Gonggang yang berada di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan, itu, selain berfungsi untuk mengairi sawah, juga memasok air bagi 3.000 pelanggan PDAM di Kecamatan Parang dan Lembeyan. Akibatnya, pelayanan air bersih terganggu.

"Kondisi waduk saat ini sudah kering. Debit air yang biasanya 40 liter per detik, saat ini sudah nol liter per detik," ujar Gunawan kepada wartawan.

Menurut dia, musim kemarau tahun ini membawa dampak yang luar biasa pada sejumlah sumber air yang dimanfaatkan oleh PDAM Magetan. Sebagian besar sumber air tersebut telah mengalami kekeringan, sehingga terjadi penurunan debit air.

Sumur dalam milik PDAM setempat juga mengalami penurunan debit, dari kondisi normal rata-rata tujuh liter per detik menjadi hanya 1,7 liter per detik.

"Kondisi tersebut menjadikan pelanggan di sejumlah kecamatan tidak dapat menikmati air bersih dari PDAM setempat," kata Gunawa lebih lanjut.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihaknya rutin melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah titik yang pelayanannya terganggu. Di antaranya di Kecamatan Parang, Ngariboyo, Poncol, dan Lembeyan.

Selain melakukan pendistribusian bagi pelanggannya, PDAM bekerja sama dengan BPBD Magetan juga melakukan pendistribusian bagi masyarakat bukan pelanggan yang mengalami krisis air bersih.

Distribusi air bersih itu, lanjut dia, akan terus dilakukan terutama untuk wilayah yang betul-betul dilanda kekeringan sesuai permintaan warga.

Data BPBD Magetan mencatat, terdapat dua dari 18 kecamatan di Kabupaten Magetan, yang mengalami krisis air bersih selama musim kemarau berlangsung. Yakni, Kecamatan Parang dan Ngariboyo. Keduanya menjadi langganan krisis air bersih saat kemarau melanda setiap tahun.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA