Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Pemalsu Akun Facebook Gubernur NTB Terancam 12 Tahun Penjara

Selasa 02 Feb 2016 09:14 WIB

Red: Hazliansyah

Garis polisi.   (ilustrasi)

Garis polisi. (ilustrasi)

Foto: Antara/Oky Lukmansyah

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Oknum pemalsu akun media sosial Facebook Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi terancam pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 miliar.

Direktur Ditreskrimsus Polda NTB melalui Kasubdit II AKBP Darsono kepada wartawan di Mataram, Selasa, menyampaikan hal tersebut sesuai dengan yang telah disebutkan dalam Pasal 27 Ayat 4 dan Pasal 35 Undang-Undang RI Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Dalam kasus ini, ada indikasi melakukan manipulasi data elektronik. Ini disebutkan dalam Pasal 35 UU ITE, sanksinya sudah ada di atur dalam pasal 51 ayat 1, yaitu pidana penjara paling lama 12 tahun," kata Darsono.

Terkait dengan pasal 27 ayat 4, lanjutnya, ini menyangkut dengan motif si pemalsu akun Facebook yang diduga sengaja memanfaatkan nama besar Gubernur NTB untuk meraup keuntungan secara pribadi.

"Kalau dalam pasal 27 ayat 4 ini, sanksinya sudah disebutkan dalam pasal 45 ayat 1, hukuman penjaranya paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar," ujarnya.

Diketahui, kasus ini mencuat setelah adanya laporan langsung secara tertulis dari Gubernur NTB yang menyampaikan bahwa ada sekitar 10 akun Facebook palsu mengatasnamakan dirinya selaku pejabat nomor satu di Pemerintah Provinsi NTB itu.

Hal itu dikatakannya berdasarkan sejumlah dokumen elektronik hasil penelusuran tim dari Biro Humas dan Protokoler Pemprov NTB, yang kini sudah berhasil dikantongi tim penyelidik Subdit II Cyber Crime Polda NTB.

Darsono masih enggan mengungkapkan perkembangan kasus ini dan dia memastikan bahwa pihaknya kini masih menelaah seluruh dokumen elektronik akun Facebook palsu Gubernur NTB itu.

"Seluruh dokumen elektronik para pengguna akun palsu masih kami telaah, tunggu saja perkembangannya lebih lanjut," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA