Saturday, 16 Zulhijjah 1440 / 17 August 2019

Saturday, 16 Zulhijjah 1440 / 17 August 2019

Polisi Bekuk Terduga Pemerkosa dan Pembunuhan Buruh di Sukabumi

Selasa 31 May 2016 08:13 WIB

Red: Hazliansyah

Garis polisi.   (ilustrasi)

Garis polisi. (ilustrasi)

Foto: Antara/Oky Lukmansyah

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Satuan Reskrim Polres Sukabumi, Jawa Barat menangkap pelaku dugaan pemerkosa disertai pembunuhan dan pencurian terhadap seorang buruh PT Nina 1 Parungkuda, HS.

"Penangkapan ini merupakan kerja sama seluruh anggota Polres Sukabumi dengan merangkai keterangan dari para saksi. Dari hasil pemeriksaan tersebut ternyata pelakunya adalah pacar korban sendiri bernisial P," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes, Yusril Yunus melalui sambungan telepon selulernya, Selasa.

Menurutnya, tersangka P dibekuk oleh anggota Polres Sukabumi pada Senin, (30/5) sore. Dari tangan tersangka disita barang bukti milik korban yang merupakan warga Kampung Leuwikeked, antara lain telepon seluler.

Untuk menghilangkan barang bukti, terduga membuat alibi seolah-olah kejadian pembunuhan dikarenakan perampokan yang disertai pemerkosaan yakni dengan cara mengambil harta milik buruh pabrik ini.

Selain itu, untuk memperkuat alibi agar kasus ini terlihat seperti perampokan, P sengaja membuka jendela kamar korban seakan-akan pelaku masuk dan keluar kamar melalui jendela tersebut.

Namun dari serangkaian penyelidikan dan olah TKP, petugas tidak terbawa alibi si pelaku karena menemukan beberapa hal yang janggal, sehingga pengungkapan kasus ini bisa cepat.

"Untuk sementara, motif kejahatan yang dilakukan tersangka karena terbakar api cemburu yang disebabkan korban memiliki hubungan asmara dengan banyak pria, tapi kami masih terus memintai keterangan dari tersangka," kata Yusril.

Sementara, Kapolres Sukabumi AKBP M Ngajib mengatakan cepatnya terungkap kasus ini karena penyidik sudah mengetahui ciri-ciri si tersangka melalui hasil olah TKP dan pemeriksaan dari beberapa saksi. Selain itu, di lokasi pembunuhan itu, petugas juga menemukan banyak tisue yang tercecer.

"Kami masih melakukan penyidikan terhadap kasus ini untuk mengungkap motif utama kasus pembunuhan yang diduga disertai perampokan dan pemerkosaan tersebut," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA