Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Jurnalis Beraksi, Tentara Diminta Terus Bina Mental

Kamis 18 Aug 2016 21:51 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Achmad Syalaby

Mualaf bersyahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa

Mualaf bersyahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa

Foto: ROL/mgrol72

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG—Gelar aksi keprihatinan atas insiden kekerasan oleh oknum TNI AU terhadap wartawan dan warga sipil di Medan, puluhan jurnalis Semarang ingatkan pembinaan mental di linggkungan TNI AU.

Aksi yang dipusatkan di kawasan patung Pangeran Diponegoro, Jalan Hayam Wuruk, Kota Semarang ini sekaligus merupakan bentuk solidaritas atas nasib para jurnalis yang menjadi korban kekejaman oknum  prajurit Paskhas Lanud Suwondo Medan.

“Kami sesama jurnalis, mengutuk keras tindakan sejumlah oknum TNI AU yang beringas di Medan,” ungkap koordinator aksi, Teguh Hadi Prayitno, di sela aksi, Kamis (18/8).Ia menegaskan kekerasan terhadap jurnalis dan warga sipil di Medan sudah kebablasan. Ulah para oknum TNI AU ini bisa mencoreng citra TNI yang kini tengah getol mereformasi diri.

Melalui rekaman video amatir yang telah beredar luas dimasyarakat, menunjukkan tindakan sejumlah oknum prajurit TNI AU Lanud Suwondo sangat memprihatinkan.  

Apa yang terjadi di Medan, menunjukkan masih ada persoalan besar dalam pembinaan disiplin prajurit TNI AU. Tindakan tersebut juga mencerminkan masih adanya persoalan serius terkait dengan norma dan etika prajurit TNI.

Karena itu, jurnalis Semarang mendesak Panglima TNI untuk ‘membereskan’ persoalan pembinaan disiplin prajurit ini. “Kepada oknum aparat yang terlibat, kami juga mendesak agar diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang ada,” tegasnya.

Perwakilan IJTI Jawa Tengah, Damar Sinuko menambahkan, kekerasan terhadap jurnalis oleh aparat TNI harus disudahi di negeri ini. Menurutnya, wartawan bekerja di lindungi Undang Undang.

Sebaliknya aparat TNI AU juga melaksanakan tugas dan kewajibannya atas nama Undang Undang. Sehingga oknum prajurit TNI tidak bias berbuat arogan bahkan melakukan kekerasan kepada para jurnalis.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA