Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

BPS: Cabai-Jengkol Pemicu Inflasi di Padang

Senin 03 Oct 2016 18:33 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Jengkol

Jengkol

Foto: dok Republika

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat (Sumbar) mencatat cabai merah dan jengkol merupakan dua komoditas pemicu inflasi di Padang pada September 2016 yang mencapai 0,58 persen.

"Dua komoditas tersebut memiliki andil terbesar dalam membentuk angka inflasi Padang yaitu cabai merah 0,51 dan jengkol 0,10," kata Kepala BPS Sumbar, Dody Herlando di Padang, Senin (3/10).

Menurut dia cabai merupakan salah satu kebutuhan wajib warga Padang yang tidak bisa digantikan oleh komoditas lainnya sehingga saat harga naik masyarakat tetap membeli. "Hal ini diperkuat oleh pada September ada Lebaran Idul Adha yang ketika itu kebutuhan cabai meningkat untuk memasak daging kurban sehingga harganya sempat mencapai Rp 70 ribu per kilogram dibandingkan harga normal yang hanya Rp 24 ribu," tambah dia.

Ia memberi saran salah satu strategi yang dapat dilakukan ke depan agar harga cabai tidak melonjak terlalu tinggi adalah membuat perencanaan musim tanam sehingga ketika permintaan tinggi seperti Lebaran cabai tersedia lebih banyak.

Selain itu komoditas lain yang mengalami peningkatan harga selama September 2016 di Kota Padang antara lain rokok kretek filter, rokok kretek, bahan bakar rumah tangga, beras, teri, tauge, kecambah, kentang, cabe hijau dan beberapa lainnya.

Namun ada komoditas yang mengalami penurunan selama September 2016 yaitu daging ayam ras, angkutan udara, bayam, gula pasir, kangkung , ikan tongkol,ambu-ambu, ayam hidup, telur ayam ras, minyak goreng, sepat siam dan lainnya, lanjut dia.

Menurutnya dari 23 kota di Sumatera pada September 2016 sebanyak sembilan belas kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,85 persen dan terendah di Kota Bengkulu sebesar 0,07 persen. sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 0,68 persen, dan terendah di Kota Bungo 0,07 persen, ujarnya.

Kota Padang menduduki posisi ke-12 dan Kota Bukittinggi menduduki posisi ke-4 dari seluruh kota yang mengalami inflasi di Sumatera, lanjutnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA