Sabtu, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 Februari 2019

Sabtu, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 Februari 2019

Kotim Dukung Pemanfaatan Sampah Jadi Bahan Bakar

Rabu 25 Jan 2017 02:35 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Tumpukan sampah (ilustrasi)

Tumpukan sampah (ilustrasi)

Foto: thehindu.com

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT, KALTENG -- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sangat mendukung rencana pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar. Hal itu menimbulkan banyak dampak positif.

"Selain akan menghasilkan bahan bakar bernilai ekonomis, ini juga akan sangat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi masalah sampah. Lingkungan jadi bersih dan sampahnya akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," kata Wakil Bupati Kotawaringin Timur HM Taufiq Mukri di Sampit, Selasa (24/1).

Taufiq dengan antusias menceritakan bahwa saat ini sudah ada pemuda di Kotawaringin Timur yang mulai memanfaatkan sampah untuk diolah menjadi bahan bakar. Pemuda itu adalah Fajri Tibak, warga Kecamatan Baamang Sampit.

Fajri yang mengelola bank sampah di Jalan Kenan Sandan, juga memanfaatkan sampah untuk dijadikan bahan bakar. Dia mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar hampir setara solar. "Kalau solar oktannya 51 hingga 53, tapi yang ini lebih rendah yakni sekitar 50. Ini yang masih dikaji," kata Taufiq.

Untuk menghasilkan satu liter bahan bakar hampir setara solar tersebut, dibutuhkan 3,5 kilogram plastik yang dibeli Rp 700 per kilogram, ditambah biaya elpiji Rp 2000. Artinya, harga bahan bakar ini masih lebih murah dibanding solar.

Taufiq juga menyambut positif tawaran salah satu investor asal India yang ingin membangun pabrik pembuatan bahan bakar sejenis briket yang terbuat dari sampah. Briket yang mereka sebut batu bara putih itu akan menjadi solusi bahan bakar ramah lingkungan pengganti kayu bakar atau briket jenis lainnya.

Taufiq berharap janji perusahaan itu yang akan menggandeng Fajri Tibak dalam pembuatan briket batu bara putih itu, bisa segera terwujud. Pemerintah daerah siap bekerjasama dengan mengalokasikan sampah-sampah yang dihasilkan setiap harinya, khususnya di Sampit.

Jika ini terwujud, penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir, bisa berkurang. Pemerintah daerah juga akan terbantu dalam mengatasi masalah sampah di kawasan kota.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA