Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Restorasi Benda Seni Sebaiknya Hindari Bahan Kimia Berbahaya

Kamis 13 Jul 2017 22:31 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Koleksi benda seni.

Koleksi benda seni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli restorasi asal Italia Michaela Anselmini menyarankan merestorasi atau mengonservasi benda-benda seni sebaiknya tidak menggunakan bahan kimia karena dapat berdampak pada warna asli benda seni.

"Sebaiknya tidak menggunakan bahan kimia, berbahaya saat membersihkan ada hasil, tetapi cepat atau lambat membuang sesuatu seperti warna asli," ujar dia di Jakarta, Kamis (13/7) malam.

Ia mengatakan saat melakukan restorasi atau membersihkan benda seni harus tahu benar apa yang sedang dilakukan dan akan dihilangkan. Lulusan sekolah artistik di Italia itu mengaku beberapa kali mendapatkan gambar melalui pesan singkat untuk mengalisis kerusakan benda seni, tetapi hal tersebut tidak dapat dilakukan karena benda seni harus diamati langsung.

"Kita harus melihat dan mengetes langsunh sebelum membersihkan benda seni," ucap pemilik studio restorasi dan konservasi benda seni di Milan itu.

Pentingnya melihat langsung, tutur dia, terdapat kasus sebelum melukis seniman menggunakan kanvas yang tidak pantas atau untuk mengetahui suatu lukisan telah dipernis atau tidak.

Michaela berharap masyarakat yang memiliki benda seni mulai memperhatikan perawatan agar bertahan lebih lama meskipun biaya yang dibutuhkan tidak sedikit.

Konservasi tidak hanya untuk benda seni yang bernilai tinggi, tutur dia, tetapi juga hasil karya seni milik sendiri yang menyimpan kenangan serta sejarah, walaupun harganya tidak mahal.

"Saya ingin mengajar restorasi dan konservasi di Indonesia, tetapi membutuhkan waktu yang lama. Mereka perlu belajar apa yang harus dihilangkan dan digunakan," tutur Michaela.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA