Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

PCNU Banyuwangi: Komunis Tetap Perlu Diwaspadai

Senin 11 Sep 2017 10:42 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Teguh Firmansyah

Partai Komunis Indonesia.

Partai Komunis Indonesia.

Foto: Twitter

REPUBLIKA.CO.ID, Nasional JAKARTA -- Kegeraman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri karena partainya disamakan atau dikaitkan dengan partai komunis, tertumpahkan pada acara peresmian kantor Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad, (10/9) kemarin.

Momok PKI yang dialamatkan ke PDI Perjuangan membuat Megawati meminta kader tetap memgang teguh asas Pancasila, bukan asas yang lain. Ia juga berpesan tegas kepada media agar tidak mengaitkan PDI Perjuangan dengan PKI dan ideologi komunis.

Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, KH. Ahmad Hisyam Syafaat mengakui PKI dan Komunis di Indonesia memang terus menjadi momok sejarah bangsa Indonesia. Tidak terkecuali NU yang pernah bergesekan langsung dengan PKI pada 1960-an.

Ia mengungkapkan komunisme itu adalah ideologi sehingga betapapun susahnya dibasmi, perkembangannya tetap harus diberantas karena bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI sebagai ideologi dan falsafah berbangsa. Dalam konteks sejarah keIndonesiaan yang mengusung ideologi komunisme itu PKI.

"Namanya ideologi itu ibarat seperti iman atau kepercayaan, dia datang seperti cahaya bahkan mampu menembus celah - celah dinding," ujar KH. Ahmad Hisyam Syafaat, dalam keteranganya, Ahad (10/9).

Menurutnya, fenomena munculnya sombol-simbol PKI di berbagai daerah termasuk di Banyuwangi yang bertopeng unjuk rasa berbagai aspirasi masyarakat, tidaklah muncul tiba-tiba dan bukan tanpa campur tangan pihak pihak luar yang inginkan paham itu kembali menguat.

"Jadi hati-hati dengan berbagai demo karena pasti akan di tunggangi kelompok komunis ini," tegas Kiai Hisyam.

Dia menambahkan, Itu sebabnya harus dibasmi ideologi komunis ini, tak boleh dibiarkan berkembang di masyarakat.

"Dibutuhkan Good will pemerintah melalui pendidikan karakter, pendidikan pancasila atau kalau di pesantren ya pendidikan akhlakul karimah," tegasnya.

Sementara itu di kesempatan terpisah, Letjend (Purn) Syarwan Hamid mantan Kassospol TNI mengatakan, masifnya lambang PKI yang muncul di berbagai daerah menunjukan gerakan Komunis itu masih eksis.

"Komunisme tetap ingin kembali di pentas politik di Indonesia. Kenapa September selalu marak kegiatan PKI, karena di bulan inilah digunakan sebagai momentum kebangkitan PKI," sebut mantan Mendagri era Soeharto ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA