Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Ini Rangkaian Festival Jogja Kota Batik Dunia

Rabu 18 Oct 2017 18:12 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Ratna Puspita

Konferensi pers rencana penyelenggaraan Festival Jogja Kota Batik Dunia, Rabu (18/10). Festival Jogja Kota Batik Dunia dengan tema Batik to the Moon ini akan kembali digelar 25-29 Oktober 2017.

Konferensi pers rencana penyelenggaraan Festival Jogja Kota Batik Dunia, Rabu (18/10). Festival Jogja Kota Batik Dunia dengan tema Batik to the Moon ini akan kembali digelar 25-29 Oktober 2017.

Foto: Wahyu Suryana/ REPUBLIKA

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Festival Jogja Kota Batik Dunia akan kembali digelar di Yogyakarta pekan depan. Festival yang mengangkat tema 'Batik to the Moon' ini akan diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC) dan Jalan Malioboro Yogyakarta.

Berdasarkan keterangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, tahun ini, Jogja Kota Batik Dunia terdiri dari sejumlah kegiatan utama yaitu pameran batik, pagelaran busana batik, parade batik Yogya. Ada pula lomba-lomba seperti lomba desain pakaian batik tren internasional, lomba batik motif Yogya istimewa, dan lomba souvenir turunan batik.

Pameran batik akan diselenggarakan di Jogja Expo Center dan akan terselenggara selama lima hari yaitu mulai 25-29 Oktober 2017. Pagelaran busana batik akan digelar setiap malam di panggung catwalk di Jogja Expo Center.

Parade batik Yogyakarta akan dilaksanakan di Jalan Malioboro selama satu hari yaitu pada 26 Oktober 2017. Untuk lomba-lomba seperti lomba desain pakaian batik tren internasional sudah dimulai lebih dulu sejak Agustus lalu.

Pengumuman pemenang lomba desain pakaian batik tren internasional, lomba batik motif Yogya istimewa, dan lomba souvenir turunan batik akan dilakukan serentak pada 29 Oktober 2017. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dihelat di penutupan pameran di Jogja Expo Center.

Festival ini bisa dibilang kegiatan antara untuk menampilkan eksistensi batik di Yogya sebelum dilakukan evaluasi World Craft Council pada Jogja International Batik Biennale. Kegiatan ini bermaksud mendorong berkembangnya sektor industri kecil dan menengah batik di DIY.

"Tujuannya melestarikan warisan budaya, khususnya batik, meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat melalui industri batik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat para pelaku usaha di bidang industri batik," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Budi Antono, Rabu (18/10). 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA