Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

Ribuan Rumah di Karawang Tergenang Banjir

Kamis 04 Jan 2018 17:05 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Israr Itah

Banjir di Karawang, Jawa Barat. (Republika/Edi Yusuf)

Banjir di Karawang, Jawa Barat. (Republika/Edi Yusuf)

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Sebanyak 1.415 rumah di Kecamatan Kotabaru dan Cikampek, Kabupaten Karawang, tergenang banjir setelah diguyur hujan deras selama tiga hari berturut-turut. Ketinggian air bervariasi, yakni antara 20 hingga 90 centimeter. Banjir ini akibat luapan Sungai Cipangulah dan kiriman dari Situ Kamojing.

Kepala BPBD Kabupaten Karawang Banuara Nadeak mengatakan, ada dua kecamatan yang terdampak banjir selama tiga hari terakhir ini, yakni 500 rumah di Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru. Selain itu 915 rumah yang ada di tiga perumahan di Kecamatan Cikampek.

"Genangan air ini, tergantung hujan. Bila, hujannya reda, air kembali surut," ujar Banuara, kepada Republika.co.id, Kamis (4/1).

Meski demikian, lanjutnya, banjir ini sampai masuk ke rumah-rumaah warga. Karenanya, banyak warga yang mengungsi akibat genangan ini. Akan tetapi, saat air surut warga kembali ke rumah masing-masing.

Banuara menuturkan, atas kejadian ini pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lokasi. Salah satunya, untuk menginventarisasi data serta menyediakan bantuan logistik.

Sementara itu, Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamakhsyari, mengaku, pihaknya sudah menerima laporan mengenai banjir yang melanda Kecamatan Kotabaru dan Cikampek ini. Karena itu, pihaknya telah menginstrusikan seluruh kepala OPD supaya siaga dan tidak melakukan perjalanan dinas ke luar kota.

"Musim hujan ini, seluruh OPD harus siaga. Kita harus bisa membantu masyarakat," ujar Jimmy.

Secara terpisah, Kepala Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Jejen Zaenal Arifin, mengatakan, banjir ini menggenangi ratusan rumah di Perum Bumi Mutiara Indah (BMI) satu dan dua, serta wilayah Pejaten. Air tersebut, masuk ke rumah malam hari. Sehingga, memaksa warga untuk segera mengungsi.

"Di titik terparah, ketinggian air mencapai sedada orang dewasa," ujarnya.

Jejen menuturkan, wilayahnya ini memang rawan bencana banjir. Apalagi, bila di wilayah hulu (Purwakarta) hujan deras, maka wilayahnya akan kena banjir kiriman. Yaitu, luapan dari Situ Kamojing serta air kiriman dari kawasan industri milik PT Mandala di kawasan BIC. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA