Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Warga Sukoharjo Unjuk Rasa Tolak Bau Busuk Limbah PT RUM

Jumat 19 Jan 2018 13:20 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Gita Amanda

Demo Warga Sukoharjo Tolak bau limbah PT RUM.

Demo Warga Sukoharjo Tolak bau limbah PT RUM.

Foto: Andrian Saputra/REPUBLIKA
Warga menghendaki agar PT RUM berhenti beroperasi untuk sementara waktu sambil pabrik tersebut menyelesaikan sejumlah fasilitas untuk menghilangkan bau.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO --- Seribuan warga Sukoharjo berunjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Kabupaten Sukoharjo, pada Jumat (19/1) pagi. Warga meminta DPRD mendesak Pemkab Sukoharjo menutup sementara operasional PT Rayon Utama Makmur (PT RUM), lantaran bau busuk yang berasal limbah pabrik mengganggu warga. 

Dengan membawa poster berisi kecaman dan penolakan bau busuk limbah PT RUM, warga meluapkan keluhnya di halaman depan kantor DPRD. Sebagian warga juga menggunakan masker sebagai bentuk sindiran terhadap PT RUM. Unjuk rasa juga diisi dengan treatrikal bertemakan penderitaan warga sekitar pabrik yang tiap hari harus menghirup bau busuk limbah PT RUM. 
 
photo
 
"Kami sudah cukup bersabar, sudah empat bulan kami terganggu dengan bau menyengat. Kami tak bisa tidur, anak-anak tak bisa belajar," tutur Koordinator Unjuk Rasa Bambang Wahyudi. 
 
Sebanyak 16 Desa di Kecamatan Nguter, Sukoharjl terdampak bau busuk PT RUM. Bahkan bau tersebut juga menyebar hingga daerah lainnya seperti Jumapolo, Karanganyar dan Selogiri, Wonogiri. Banyak warga yang menghirup bau limbah merasakan pusing dan mual. Warga pun meminta Pemkab Sukoharjo untuk meninjau kembali izin operasional PT RUM. 
 
"Kami minta pak Bupati soal persetujuan izin ini, karena ini produk hukum maka izin pun walau sudah dikeluarkan masih bisa ditinjau kembali," ujar Bambang. 
 
Menurut Bambang warga menghendaki agar PT RUM berhenti beroperasi untuk sementara waktu sambil pabrik tersebut menyelesaikan sejumlah fasilitas untuk menghilangkan bau. Sementara hingga berita ini ditulis, perwakilan warga melakukan mediasi dengan Pemkab Sukoharjo, Direksi PT RUM dan DPRD Sukoharjo.
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA