Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Blitar Dilanda Angin Kencang, Sejumlah Rumah Rusak

Senin 29 Jan 2018 09:14 WIB

Red: Nur Aini

(Ilustrasi) Batang pohon yang tumbang akibat angin kencang, yang menjadi salah satu pertanda pancaroba atau peralihan musim.

(Ilustrasi) Batang pohon yang tumbang akibat angin kencang, yang menjadi salah satu pertanda pancaroba atau peralihan musim.

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang.

REPUBLIKA.CO.ID, BLITAR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menangani sejumlah bangunan yang rusak karena terjangan angin kencang yang terjadi di daerah tersebut.

"Tim sudah ke lokasi dan melakukan pendataan. Tim juga ke lokasi membantu pembersihan," kata petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Blitar Hanim di Blitar, Senin (29/1).

Ia mengatakan, angin kencang merusak rumah pasangan suami istri Tukimun (65 tahun) dan Karti (55 tahun), warga Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, pada Minggu (28/1) sore. Awalnya, hujan disertai angin kencang, hingga membuat bangunan ambruk. "Angin kencang itu mengakibatkan pohon jati dengan akar diduga lapuk ambruk dan menimpa dapur Pak Tukiman. Jadi, atap dapur sebagian rusak," katanya.

Selain itu, angin kencang juga mengakibatkan pohon trembesi di Kantor Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, roboh. Dalam kejadian itu tidak ada rumah yang terkena pohon.

Ia mengatakan, angin kencang juga menyebabkan kerusakan rumah Sarimin (75 tahun), warga Desa Sumberboto, Kecamatan Wonotirto. Rumah yang bersangkutan ambruk diterjang angin kencang tersebut. "Rumah korban yang berukuran 5×10 meter, dan terbuat dari anyaman bambu serta kayu (tidak bertembok) roboh rata dengan tanah. Pada saat kejadian, korban berada di dalam rumah terkena reruntuhan bangunan," katanya.

Korban, kata dia, langsung dilarikan Puskesmas Wonotirto oleh warga. Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka ringan dan trauma akibat kejadian yang berlangsung dengan cepat tersebut. "Korban kaget, tapi tidak mengalami patah tulang atau luka serius lainnya," kata dia.

Ia mengatakan, saat ini kondisi angin memang cukup kencang. BPBD mengimbau warga untuk berhati-hati terutama jika hujan deras terjadi dalam kurun yang cukup lama, sekitar tiga jam. Masyarakat, terutama yang tinggal berdekatan dengan areal perbukitan, diimbau untuk pindah ke tempat yang lebih aman.

Selain itu, masyarakat, terutama pesisir juga diimbau untuk waspada, sebab gelombang tinggi hingga 2,5 meter terjadi di perairan selatan Jatim serta Samudera Hindia Selatan. Hal itu dimungkinkan masih akan terjadi hingga beberapa waktu ke depan.

Sementara itu, hingga saat ini warga juga dibantu tim kepolisian setempat ikut gotong royong membersihkan rumah warga yang rusak akibat musibah angin kencang. Untuk penghuni sementara waktu mengungsi ke rumah keluarga.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA