Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Geopark Ciletuh Paling Cepat Diakui UNESCO

Senin 16 Apr 2018 17:06 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Puncak Darma di kawasan Geopark Ciletuh.

Puncak Darma di kawasan Geopark Ciletuh.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Dalam tiga tahun Geopark Ciletuh Palabuhanratu diresmikan UNESCO.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Geopark Ciletuh Palabuhanratu merupakan salah satu yang paling tercepat di Indonesia diakui United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Hal itu diungkapkan Bupati Sukabumi, Jawa Barat, Marwan Hamami.

"Hanya kurun waktu tidak lebih dari tiga tahun Geopark Ciletuh Palabuhanratu menjadi diresmikan UNESCO menjadi global geopark atau geopark dunia," katanya di Sukabumi, Senin (16/4).

Menurut dia, sebenarnya banyak daerah lain di Indonesia bahkan negara lain di dunia yang mengusulkan geoparknya menjadi global geopark tetapi rata-rata waktunya mencapai 10 tahun.

Namun, berkat kerja sama semua pihak khususnya Tim Percepatan Geopark, maka semua tahapan dan persyaratan bisa dilalui dengan sempurna dan cepat.

Dengan demikian warga Kabupaten Sukabumi bisa berbangga bahwa objek wisata baru ini sudah diakui dunia yang imbasnya akan lebih banyak lagi wisatawan mancanegara datang ke objek itu.

"Kami sangat bangga dengan ditetapkanya Geopark Ciletuh Palabuhanratu menjadi global geopark dan tentunya tidak menyangka bisa secepat ini," tambahnya.

Marwan mengatakan pihaknya terus menggenjot berbagai pembenahan setelah ditetapkan menjadi global geopark seperti memperbaiki dan menambah akses jalan, melibatkan warga dan mempersiakan lainnya.

Apalagi pemerintah pusat sedang menggenjot pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukaumi (Bocimi), jalur ganda kereta api jurusan Sukabumi-Bogor, bahkan dalam waktu dekat akan membangun bandar udara (bandara).

Selain itu, Pemprov Jabar tengah melakukan berbagai pembangunan di khususnya untuk membuat jalur menuju lokasi geopark ini. Tentunya, kerjasama antarpemerintah akan mempercepat peningkatan kualitas sarana jalan raya.

"Tidak menutup kemungkinan, wisatawan mancanegara akan beralih datang ke Kabupaten Sukabumi sebagai lokasi wisata baru selain Bali, sehingga kami (pemerintah) dan warga harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk membuat nyaman wisman," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA