Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Risma: Bapak Kamu Pahlawan, Nak!

Selasa 15 May 2018 08:11 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Walikota Surabaya Tri Rismaharini (tengah) meninjau di lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5).

Walikota Surabaya Tri Rismaharini (tengah) meninjau di lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5).

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Risma mengecam aksi pengeboman di Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Serangan bom bunuh diri yang mengguncang tiga gereja di Kota Surabaya pada Ahad (13/5) dan kantor Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5) membuat luka mendalam bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

Tidak terkecuali bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma). Di sela-sela kesibukannya, ia bersama jajaran menyempatkan untuk mengunjungi keluarga korban ledakan bom untuk menguatkan para keluarga korban.

Pada Senin (14/5), sekitar pukul 15.00 WIB, Risma mendatangi rumah duka dari almarhum Aloysius Bayu Rendra Wardhana di Jalan Gubeng Kertajaya I Nomor 15A Surabaya.Bayu merupakan salah satu korban meninggal dunia dari ledakan bom Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya.

Sosok Bayu menjadi perbincangan setelah karena sempat mengadang sepeda motor pelaku pengeboman di depan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela. Atas tindakannya yang menghentikan sepeda motor yang dikendarai Yusuf Fadhil (18) beserta membonceng adik kandungnya Firman Hakim (16) sambil memangku bom rakitan, Bayu mampu menyelamatkan sekitar 500 jemaat Gereja SMTB yang sedang mengikuti akhir dari misa atau kebaktian rutin.

Aksi Bayu membuat laju sepeda motor Yusuf Fadhil terhenti dan langsung meledak di halaman gereja. Seketika itu pula, tubuh Bayu hancur bersama kedua pengendara dan pembonceng motor yang menabraknya.

Sesampainya di rumah duka, Risma menyampaikan rasa bela sungkawa kepada istri korban dan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Mohon maaf kalau saya baru bisa datang ke sini, karena dari kemarin masih ada pekerjaan yang belum bisa ditinggalkan," kata Risma kepada istri korban Bayu, Monic Dwi.

Ia pun juga tak tega melihat anak yang ditinggalkan korban masih berusia balita. Ia lantas mengunggah istri korban dengan memberikan dorongan semangat agar tabah dan sabar dalam menjalani cobaan.

"Bapakmu pahlawan Nak. Kalau tidak ada bapakmu, mungkin korban yang jatuh di sana bisa jauh lebih banyak lagi," kata Risma kepada anak pertama almarhum Aloysius yang masih berusia 2,5 tahun saat digendong ibunya, Monic Dwi.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini langsung tidak kuasa menahan air matanya melihat masa depan kedua anak mendiang Bayu yang harus ditinggalkan sang ayah akibat tindakan dari para teroris.

 

Baca juga, Alasan Mengapa Teroris Serang Surabya Menurut Pengamat.

 

Tak hanya berhenti sampai di sana, mantan Kepala Badan Pembangunan Daerah Kota Surabaya menciumi kedua anak suami dari Monic Dwi itu."Kamu harus bangga sama bapakmu, nanti kalau besar yang pinter ya," kata Risma kepada anak kedua yang baru berusia 10 bulan.

Risma lalu melanjutkan kunjungan ke keluarga korban ledakan bom lainnya. Ia mendatangi rumah duka Adi Jasa di Jalan Demak No. 90-92 Surabaya.Ada sekitar enam orang yang menjadi korban ledakan bom bunuh diri disemayamkan secara bersamaan di rumah duka Adi Jasa Surabaya.

Adapun rinciannya korban ledakam bom yang meninggal dunia yakni Martha Djumani (54), kakak beradik Evan (11) dan Nathan (8), Sri Puji Astutik (60), Go Derbin Ariesta (66) dan Tee Suk Tjien (64).

Dia kemudian memberikan santuan kepada masing-masing keluarga yang ditinggalkan."Semua kita tanggung, tidak perlu khawatir. Nanti diurusi sama Dinas Kesehatan. Yang penting sekarang harus kuat," kata Risma saat mengunjungi ayah dari dua anak korban meninggal ledakan bom di Rumah Duka Adi Jasa.

Adapun kedua anak yang meninggal dunia saat ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Surabaya adalah Vinsencius Evan umur 11 tahun dan Nathel berumur delapan tahun, warga Barata Jaya Surabaya.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA