Sabtu, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 Februari 2019

Sabtu, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 Februari 2019

Penjualan Telur Asin Brebes 20 Ribu Butir per Hari

Kamis 21 Jun 2018 22:10 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Pembeli sedang memesan telur asin khas Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Ahad (17/6). Aneka jajanan dan cemilan pun juga disediakan sebagai oleh-oleh.

Pembeli sedang memesan telur asin khas Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Ahad (17/6). Aneka jajanan dan cemilan pun juga disediakan sebagai oleh-oleh.

Foto: Republika/Farah Noersativa
Pada hari biasa penjualan telur hanya sekitar 3.000 butir per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES -- Penjualan telur asin oleh para pedagang Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, selama Lebaran 2018 mencapai 20.000 telur asin per hari. Pada hari biasa penjualan hanya sekitar 3.000 per hari.

Pedagang telur asin Purnama di Brebes, Kamis (21/6), mengatakan bahwa kenaikan penjualan telur asin tersebut diperkirkan akan terus meningkat hingga setelah tujuh hari Lebaran.

"Kendati penjualan telur asin saat Lebaran meningkat tetapi dengan diberlakukannya jalan tol sangat mempengaruhi omset penjualan. Bisa dikatakan dengan diberlakukan jalan tol omset penjualan telur turun hingga 50 persen jika dibanding tahun sebelumnya," katanya.

Menurut dia, meski penjualan telur asin relatif cukup ramai tetapi harga lauk pendamping nasi ini dijual Rp 5 ribu per butir.

"Harga telur asin masih tetap sama dan tidak dinaikan oleh para pedagang. Adapun pembeli telur asin adalah sebagian besar adalah pemudik berasal dari luar kota Brebes," katanya.

Rahman, pemudik asal Purwokerto mengatakan dirinya sengaja mampir ke pusat oleh-oleh yang berada di dekat Alun-Alun Brebes sekadar untuk membeli telur asin.

"Kami sengaja mampir membeli telur asin sebagai oleh-oleh untuk tetangganya dan rekan kerjanya di Jakarta. Telur asin asal Brebes ini memiliki cita rasa yang khas," katanya.

Anggota DPR RI Dewi Aryani mengatakan bahwa keberadaan jalan tol akan mempermudah dan mempercepat distribusi barang dan modal sehingga akan menumbuhkan perekonomian di daerah.

Kendati demikian, kata dia, keberadaan usaha mikro kecil yang membentang di sepanjang jalur nasional atau jalan pantura harus mendapat perhatian pemerintah.

"Jangan sampai usaha mikro kecil ini mengalami kebangkrutan sehingga meningkatkan kemiskinan dan pengangguran," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Menurut dia, perlu upaya dari pemda meningkatkan daya tarik pada masing-masing kabupaten/kota yang dilewati jalur tol.

"Keragaman budaya dan makanan khas hingga potensi wisata setiap daerah diharapkan mampu menarik pengguna jalan untuk singgah dan berbelanja," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA