Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Basarnas Siagakan Tim di Lokasi Banjir Tasikmalaya

Ahad 18 Nov 2018 10:31 WIB

Red: Ratna Puspita

Tim gabungan tanggap bencana membersihkan material tanah longsor yang menutupi badan jalan utama Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (8/11/2018).

Tim gabungan tanggap bencana membersihkan material tanah longsor yang menutupi badan jalan utama Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (8/11/2018).

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Tim ini siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah itu.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Barat menyiagakan satu tim di lokasi terdampak banjir di selatan Kabupaten Tasikmalaya. Tim ini siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah itu.

"Ada tim disiagakan di sana untuk mengatasi pascabencana banjir di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya," kata juru bicara Basarnas Jawa Barat Joshua Banjarnahor melalui telepon seluler di Tasikmalaya, Ahad (18/11).

Ia menuturkan tim itu beranggota enam personel dilengkapi dengan berbagai peralatan sesuai kebutuhan untuk penyelamatan di air, seperti pelampung dan perahu karet. Personel yang sudah terlatih itu, kata dia, siap terjun bersama sukarelawan setempat untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana alam.

"Kita juga memberdayakan relawan-relawan setempat dalam melaksanakan tugas di lapangan," katanya.

Langkah Basarnas itu merupakan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana saat memasuki musim hujan, terutama di daerah selatan Tasikmalaya yang sebelumnya dilanda banjir. Dia mengatakan bencana alam pada awal musim hujan harus diantisipasi oleh berbagai pihak, terutama masyarakat, agar terhindar dari dampak bencana alam itu.

"Kita sekarang sudah memasuki musim penghujan walau belum sampai puncaknya, tapi dampaknya sudah membuat kewalahan dan memakan korban, khususnya di wilayah Tasikmalaya," katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dengan menanam pohon di kawasan resapan air agar risiko bencana tidak terlalu tinggi. Joshua juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi daerah pinggiran sungai saat turun hujan dan mengamankan aliran listrik agar tidak terjadi korsleting yang dampaknya bisa membahayakan manusia.

Jika masyarakat terkena musibah, kata dia, secepatnya melaporkan ke pihak berwajib, termasuk petugas Basarnas untuk secepatnya dilakukan penanganan. "Bila masyarakat Jawa Barat membutuhkan bantuan evakuasi dapat menghubungi nomor telepon 022-7780437 yang siap melayani 24 jam," kata Joshua.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA