Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Kabupaten Semarang Waspadai Longsor Akibat Fenomena MJO

Selasa 11 Dec 2018 22:17 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Nur Aini

Ilustrasi tanah longsor.

Ilustrasi tanah longsor.

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Fenomena MJO merupakan aliran massa udara basah.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- BPBD Kabupaten Semarang telah menyampaikan peringatan dini terkait dengan fenomena alam yang berpotensi terhadap terjadinya bencana hidrometerologi. Hal itu terkait dengan fenomena Madden Jullian Oscilation (MJO) atau aliran massa udara basah yang berpotensi terjadi di Samudra Hindia menuju wilayah barat Indonesia.

Kalakhar BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengaku telah mengirimkan nota kewaspadaan tersebut kepada seluruh camat yang ada di daerahnya. Khusus camat yang memiliki wilayah rawan longsor peringatan dini fenomena MJO ini penting diteruskan hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT) sebagai upaya mitigasi.

“Menindaklanjuti informasi BMKG tersebut kita minta camat dan perangkatnya untuk waspada. Ketika hujan, lokasi lereng yang rawan longsor dipantau,” katanya, Selasa (11/12).

Heru menjelaskan, fenomena MJO berpotensi terhadap hujan dengan intensitas tinggi disertai petir, angin kencang dalam sepekan ke depan. Hal itu khususnya di wilayah seperti pulau Sumatera,  Jawa, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat serta Maluku. Apabila curah hujan yang turun berdurasi panjang atau hujan seharian, maka masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk meninggalkan rumah sementara.

Selain itu, menurutnya, kewaspadaan ini perlu dibarengi dengan langkah antisipasi lain seperti perabasan pohon yang dianggap rawan roboh atau pohon yang sudah berumur.
Hal itu termasuk memastikan keamanan konstruksi reklame dan baliho. Untuk ini BPBD Kabupaten Semarang akan menginstruksikan instansi terkait untuk mendata sekaligus menertibkan.
 
“Di samping perpanjangan izin reklame, fisik dari material yang terpasang pun perlu dicek, danndipastikan agar tetap aman,” ujarnya.
 
Di sisi lain, kata Heru, BPBD Kabupaten Semarang telah menyiagakan tim rescue serta sukarelawan yang sewaktu-waktu bisa dikerahkan jika terjadi bencana. Semua peralatan, personel, hingga logistik juga sudah disiapkan jika sewaktu- waktu dibutuhkan untuk menangani masalah kebencanaan.

"Kami juga menyiapkan nomor telepon kedaruratan on-call 24 jam Posko BPBD Kabupaten Semarang (024) 76901679," ujarnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA