Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Lima Korban Longsor di Sukabumi Ditemukan Meninggal

Selasa 01 Jan 2019 10:58 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andri Saubani

Pemandangan bukit yang rusak akibat aktivitas penambangan di Desa Sirnaresmi, Gunungguruh, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018). Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mencatat, sekitar 400 ribu hektare lahan hijau di Jawa Barat mengalami fase kritis yang salah satunya diakibatkan oleh aktivitas penambangan serta pembalakan hutan.

Pemandangan bukit yang rusak akibat aktivitas penambangan di Desa Sirnaresmi, Gunungguruh, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018). Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mencatat, sekitar 400 ribu hektare lahan hijau di Jawa Barat mengalami fase kritis yang salah satunya diakibatkan oleh aktivitas penambangan serta pembalakan hutan.

Foto: ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan
Longsor di Desa Sinaresmi, Cisolok terjadi pada Senin (31/12).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sebanyak lima korban bencana longsor di Kampung Cimapag Desa Sinaresmi Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ditemukan meninggal dunia. Tiga di antaranya ditemukan pada Selasa (1/1) pagi.

Dua korban lainnya ditemukan pada Senin (31/12) malam. Sebelumnya, longsor menerjang Kampung Cimapag Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi Senin sore sekitar pukul 17.30 WIB.

"Hingga kini sudah ada lima korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Haris Sukarman kepada wartawan di lokasi bencana Selasa pagi. Dandim ditunjuk oleh bupati Sukabumi sebagai komandan tanggap darurat bencana longsor.

Haris menuturkan, penemuan korban ini sebagai langkah pertama pencarian dan penyelamatan serta serta evakuasi korban. Di mana warga yang tinggal di rumah dan terdampak bencana mencapai sebanyak 107 jiwa.

Menurut Haris, pada Senin malam ada dua korban yang ditemukan meninggal dunia dan 41 orang lainnya hilang. Sementara itu pada Selasa pagi ada sebanyak tiga korban ditemukan. Sehingga masih ada 38 orang yang masih hilang dan dilakukan pencarian.

Lima korban yang tewas adalah Hendra, Sasa, Rukiat, Siska dan seorang bayi yang belum diketahui identitasnya. Sementara 38 korban hilang masih dilakukan pendataan dan namanya terpampang di posko penanganan bencana di Kampung Cimapag.

Haris menuturkan, upaya pencarian terkendala dengan banyaknga lumpur yang lumayan dalam. Kondisi ini yang menghambat pencarian. Namun, saat ini akan diatasi mengalirkan air dari sawah untuk menyapu lumpur.

Proses pencarian ungkap Haris melibatkan petugas gabungan dan kebanyakan melibatkan warga sekitar yang mencari keluarganya. Rincianya aparat TNI sebanyak 150 orang, Polri 150 orang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 60, Basarnas dan relawan lain 100 orang. Petugas kata Haris telah mengimbau warga agar menjauhi lokasi bencana. Sebabnya banyak warga berdatangan untuk melihat lokasi bencana.

Meskipun lokasi bencana sudah dipasang garis polisi. "Namun keberadaan warga ini kami manfaatkan untuk mencari korban," imbuh dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA