Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

22 Korban Longsor Sukabumi yang Meninggal Teridentifikasi

Sabtu 05 Jan 2019 15:03 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Didi Purwadi

Ratusan petugas SAR gabungan melakukan penggemburan tanah saat pencarian korban bencana tanah longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (4/1/2019).

Ratusan petugas SAR gabungan melakukan penggemburan tanah saat pencarian korban bencana tanah longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (4/1/2019).

Foto: Antara/Nurul Ramadhan
Meskipun cuaca mendukung, namun proses evakuasi memerlukan waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sebanyak 22 orang korban longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi sudah teridentifikasi. Puluhan korban tersebut ditemukan dan dievakuasi tim gabungan pencarian sejak Senin (31/12) hingga Jumat (4/1).

Terakhir satgas gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak empat orang korban longsor di Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (4/1). Sehingga, korban yang masih diduga tertimbun sebanyak 11 orang lagi.

Data tim satgas gabungan menyebutkan, korban yang ditemukan pada operasi pencarian pada Senin (31/12) mencapai dua orang, Selasa (1/1) sebanyak delapan orang, Rabu (2/2) sebanyak tiga orang, Kamis (3/1) sebanyak lima orang, dan Jumat (4/1) sebanyak empat orang .

Nama-nama korban yang ditemukan tewas adalah Hendra (38 tahun), Salsabila (4), Ukri (50), Riska (27), Rita (15), Yanti (38), Ahudi (60), dan Suryani alias Nani (31), Jumhadi (47), Yami (26), Sukiman (75), Umih (70), dan Enda (43). Selanjutnya Adsa (45) dan Sumiah (40), Mulyani (60) Madtuha (50), Andra Maulana (8), Nanih alias Enan (45) Sugandi (41), Emah atau Atemah (85), dan Elniawati (14).

''Pada hari kelima pencarian Jumat, satgas terpadu evakuasi empat korban longsor di Kampung Garehong Dusun Cimapag, Desa Sirna Resmi,'' terang Danrem 061/Suryakencana, Kolonel M Hasan kepada wartawan di posko terpadu.

Pencapaian ini didukung cuaca cerah dari pagi hingga malam hari. Sehingga, kata Hasan, petugas memaksimalkan upaya pencarian hingga pukul 19.00 WIB. Sebabnya, pada momen sore hari antara pukul 17.00 hingga 19.00 WIB terdapat tanda atau indikasi temuan jenazah.

Meskipun cuaca mendukung, namun proses evakuasi memerlukan waktu. ''Timbunan 10 meter ke atas menyebabkan korban tertimbun terhimpit tiga hal yakni bangunan rumah sendiri, tanah dan batu,'' imbuh dia.

Kondisi tersebut, lanjut Hasan, menyebabkan proses evakuasi menyulitkan. Sehingga waktu evakuasi dari penemuan awal sampai menggali dan membawa jasad memerlukan waktu satu hingga dua jam. Hal ini menjadi bahan evaluasi untuk pencarian korban pada Sabtu (5/1) ini.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiama menambahkan, hingga Jumat malam jumlah korban yang diketemukan mencapai 22 orang. '' Dari jumlah itu, yang sudah diidentifikasi 20 orang dan sudah dikembalikan ke keluarga dan dimakamkan,'' terang dia.  Sementara 11 korban lainnya masih dicari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA