Selasa, 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Selasa, 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Ini Jenis Bencana Alam yang Terbanyak di Sukabumi

Senin 21 Jan 2019 06:52 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Hafil

Warga melihat tebing yang longsor di Kampung Bojongkaung, Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (15/01/2019).

Warga melihat tebing yang longsor di Kampung Bojongkaung, Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (15/01/2019).

Foto: Antara/Nurul Ramadhan
Jumlah total bencana di Sukabumi mencapai 725 kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Sepanjang 2018 lalu tercatat sebanyak 725 kasus bencana terjadi di Kabupaten Sukabumi. Bencana tersebut didominasi oleh longsor yang melanda merata baik di wilayah utara maupun selatan Sukabumi.

"Di sepanjang 2018 lalu terjadi sebanyak 725 bencana,’’ ujar Kepala Seksi Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman kepada wartawan Senin (21/1). Dari ratusan bencana tersebut yang paling banyak terjadi adalah longsor sebanyak 353 bencana.

Disusul berikutnya kata Eka angin kencang sebanak 121 kejadian, kebakaran 117 kejadian, gempa bumi 4 kejadian, pergerakan tanah 12 kejadian, dan bencana lain-lain sebanyak 60 kejadian. Bencana ini berdampak pada sebanyak 444 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 1.510 orang.

Eka menerangkan, bencana di sepanjang 2018 lalu menyebabkan kerusakan pada sarana permukiman dan sarana umum. Rinciannya rumah warga yang rusak berat mencapai 198 unit, r rumah rusak sedang 110 unit dan rusak ringan 159 unit serta rumh terancam sebanyak 208 unit.

Sementara untuk sarana umum yakni jembatansebanyak 12 unit rusak berat dana rusak sedang 3 unit. Selain itu saluran air sebanyak 16 rusak berat dan rusak sedang 31 serta sekolah sebanyak lima bangunan rusak sedang.

Menurut Eka, bencana dalam setahun ini menyebabkan kerugian yang cukup besar yakni Rp 21 miliar atau tepatnya Rp 21.892.500.000. Data ini berdasarkan penghitungan yang dilakukan petugas di lapangan.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA