Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Warga Jawa Tengah Waspada Empat Potensi Bencana Alam Ini

Jumat 25 Jan 2019 16:31 WIB

Rep: Bowo pribadi/ Red: Esthi Maharani

Pusaran angin seperti puting beliung

Pusaran angin seperti puting beliung

Foto: dokpri
Warga diimbau untuk mengenali karakteristik wilayah masing-masing

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di daerahnya untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem di puncak musim hujan. Menindaklanjuti rekomendasi BMKG Stasiun Meterologi Ahmad Yani Semarang, masyarakat yang ada di berbagai wilayah Jawa Tengah diimbau mewaspadai setidaknya empat bencana alam yang berpotensi terjadi.

Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Permana mengungkapkan, periode musim hujan di sebagian wilayah Provinsi Jawa Tengah bakal meningkat pada akhir Januari 2019 hingga pertengahan bulan Februari 2019. Terkait dengan ini, masyarakat yang ada di wilayah Jawa Tengah diimbau untuk mengenali karakteristik wilayah masing- masing guna mewaspadai berbagai potensi bencana alam yang rawan terjadi.

Untuk masyarakat yang bermukim di kawasan lereng perbukitan, lembah atau lereng gunung diimbau mewaspadai hujan yang turun dalam durasi waktu lama dan berlangsung terus- menerus.

“Lereng gunung atau pegunungan yang terus menerus menerima curah hujan berpotensi mengalami kejenuhan tanah yang dan rawan terhadap bencana tanah longsor,” jelasnya, di Semarang, Jumat (25/1).

Ia juga menambahkan, hujan lebat berhari-hari yang turun di kawasan hulu- hilir daerah aliran sungai berpotensi mengakibatkan debit air meningkat tajam dan tidak mampu ditampung oleh sungai. Sehingga masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan daerah aliran sungai juga diimbau untuk mewaspadai luapan air sungai dan banjir bandang jika curah hujan cukup tinggi di wilayahnya.

Kepada masyarakat yang tinggal di kawasan pantai, pengunjung pantai dan nelayan harus senantiasa memperhatikan potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter dan tetap memperhatikan informasi perkembangan pasang naik air laut.

Warga Jawa Tengah juga diimbau untuk mewaspadai kecenderungan angin kencang yang mengiringi tingginya curah hujan. Terutama angin kencang yang datang tiba- tiba pada periode waktu yang singkat.

Karena angin kencang ini berpotensi terhadap bencana alam angin puting beliung. Informasi ini disampaikan sebagai bentuk kewaspadaan sekaligus antisipasi atas perkembangan cuaca yang terjadi saat ini.

“Kewaspadaan ini penting dilakukan guna menghindari berbagai bencana alam dengan potensi korban jiwa massal,” tambah Sarwa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA