Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Tak Ada Jembatan, Siswa di Cianjur Lewati Sungai Deras

Senin 11 Feb 2019 17:18 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Aliran deras sungai. ilustrasi

Aliran deras sungai. ilustrasi

Foto: Mahmud Muhyidin
Siswa tak jarang harus menginap di sekolah saat arus sungai meluap.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Ratusan siswa dari tiga kampung di Desa Kubang, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat, menantang maut untuk sampai ke sekolah karena harus menyeberang sungai berarus deras.

Bahkan tidak jarang ratusan siswa tersebut terpaksa harus menginap di sekolah karena arus sungai meluap dan dapat membahayakan orang yang menyeberang. Pasalnya hingga saat ini tidak ada jembatan yang dapat dilalui untuk menyeberang dengan aman.

Tokoh masyarakat Desa Kubang, Didin pada wartawan Senin (11/2), mengatakan tidak adanya jembatan penyeberangan, membuat warga setempat harus melawan arus sungai untuk sampai ke seberang dari sejumlah kampung terutama anak sekolah.

"Setiap hari seratus orang lebih anak sekolah terpaksa melintas sungai untuk sampai ke sekolah di SDN Batuwates di Desa Cibanteng karena hanya sekolah tersebut yang paling dekat," katanya.

Selama ini, warga telah berkali-kali mengajukan permohonan untuk dibangunkan jembatan agar memudahkan warga dari tiga kampung Batuhalang, Batupeti dan Sarongge, untuk beraktivitas terutama anak sekolah.

Namun sejak puluhan tahun, hingga saat ini, impian tersebut tidak kunjung terwujud. Bahkan ungkap dia, belum pernah ada aparatur pemerintahan yang datang ke wilayah terujung Cianjur yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor itu.

"Harapan kami jembatan dapat dibangun agar kami tenang ketika melepas anak untuk pergi dan pulang sekolah. Kalau musim hujan seperti sekarang ini, tidak jarang anak-anak menginap di sekolah karena arus deras berbahaya dilewati," katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini warga di tiga kampung tersebut masih kesulitan mendapatkan air bersih dan fasilitas umum yang layak seperti MCK. Selama ini hanya satu MCK dipakai puluhan kepala keluarga di satu kampung.

"Jangan tanya kalau infrastruktur, untuk sampai ke kampung kami, belum bisa mengunakan kendaraan roda empat, sehingga warga kesulitan untuk menjual hasil taninya ke kota. Harapan kami Bupati Cianjur, berkunjung ke kampung kami," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA