Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Soekarwo Tulis Buku dan Jadi Dosen Usai tak Jabat Gubernur

Selasa 12 Feb 2019 07:01 WIB

Red: Ani Nursalikah

Gubernur Jawa Timur Soekarwo

Gubernur Jawa Timur Soekarwo

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Buku tersebut pertanggungjawaban pribadinya sebagai pemimpin.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Soekarwo akan menulis buku dan menjadi dosen usai tak lagi menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur yang resmi berakhir pada 12 Februari 2019. "Bukunya tentang strategi marketing usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jatim dan berdasar pengalaman selama ini," ujarnya saat ditemui usai silaturahim dan malam purna tugas di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin malam (11/2).

Berdasarkan catatan, buku tersebut merupakan karya kedelapan Soekarwo usai meluncurkan tujuh judul buku yang ditulis sebelumnya. Terakhir, buku mengenai liberalisasi ekonomi berjudul Berkaca dari Kegagalan Liberalisasi Ekonomi yang menganalisis dampak akibat globalisasi telah diluncurkan pada Oktober 2018.

Pada buku tersebut, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu juga menyampaikan pesan atas kebijakan kepemimpinannya yang bersifat induktif. Birokrat yang juga politikus itu berharap buku yang ditulisnya dapat mamberikan makna dan merupakan pertanggungjawaban pribadinya sebagai pemimpin yang diperintah konstitusi serta menjadi bentuk aktualisasi pribadi dalam menyikapi liberalisasi.

"Sekaligus mampu memperkuat pembangunan ekonomi dengan basis UMKM yang merupakan pondasi dalam membangun ekonomi untuk memajukan kesejahteraan umum dan berkeadilan," ucapnya.

Selain menulis buku, gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu mengaku mendapatkan tawaran mengajar tentang ilmu ekonomi makro di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya. "Saya ditemui rektor untuk mengajar, dan saya sudah mengiyakan," katanya tanpa menyebut nama universitas dengan alasan belum menerima surat keputusan mengajar.

Tak itu saja, ia juga telah diminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengajar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). "Saya pernah usul yang diajarkan di lapangan, kemudian disuruh pak menteri mengajar reformasi birokrasi, kemudian tentang pemerintahan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA