Wednesday, 13 Rajab 1440 / 20 March 2019

Wednesday, 13 Rajab 1440 / 20 March 2019

Permintaan Trombosit Darah di Yogyakarta Meningkat

Ahad 17 Feb 2019 02:00 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Friska Yolanda

Petugas memeriksa darah di Laboratorium kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta.

Petugas memeriksa darah di Laboratorium kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta.

Foto: Antara
PMI harus menyediakan 20 kantong trombosit darah per tiap golongan darah dalam sehari

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta mengatakan permintaan trombosit meningkat sejak awal 2019. Hal ini dikarenakan banyaknya pasien Demam Berdarah Dengue (DBD), terlebih di puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2019 ini. 

"Untuk PMI Kota Yogyakarta memang permintaan trombosit dianggap naik. Sudah mulai Januari kemarin. Berapa persen naiknya kami belum hitung," Staf Bagian Perekrutan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S), PMI Kota Yogyakarta, Noor Hidayatullah saat dihubungi beberapa waktu lalu.  

Noor mengatakan, dalam sehari pihaknya harus menyediakan setidaknya 20 kantong trombosit darah per tiap golongan darah dalam sehari. Stok ini pun dinilai masih terbilang aman. 

Walaupun dinaikkan produksi dari biasanya, trombosit darah ini sendiri tidak diproduksi dalam jumlah yang terlalu besar. Alasannya karena masa simpan trombosit hanya bertahan paling lama lima hari. 

"Kalau musim DBD begini, kami produksi trombositnya dinaikkan. Kami memiliki minimal stok dalam sehari itu per golongan untuk trombosit itu 20 kantong," kata Noor. 

Untuk memenuhi stok tersebut, setidaknya harus ada 100 pendonor per harinya. Jika stok kurang, maka pihaknya akan langsung memproduksi trombosit. 

"Insya Allah ada pendonor minimal 100 untuk trombosit. Tinggal manajemen lapangan yang distok saja. Jika biasanya tidak diproduksi trombosit, kami produksi hari itu untuk DBD," ujarnya.  

Ia mengatakan, permintaan untuk trombosit sendiri tidak hanya dari Kota Yogyakarta, tetapi juga dari kabupaten lainnya di DIY. "Kulon Progo sama Gunungkidul, PMI Bantul, memang cari trombosit itu ke Yogya. Karena Bantul rata-rata pendonornya jarang. Padahal produksi trombosit maksimal tiga atau empat jam dari pengambilan harus diproduksi," jelasnya. 

Untuk stok sendiri, terus dijaga. Hal ini dilakukan supaya saat ada permintaan, maka trombosit bisa langsung didistribusikan. 

"Alhamdulilah ini terpenuhi stoknya untuk trombosit," ujarnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA