Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Pemkab Garut akan Beli 17 Lahan Sumber Mata Air

Rabu 20 Feb 2019 20:36 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi sumber air.

Ilustrasi sumber air.

Foto: ANTARA FOTO/Irfan Anshori
Pembelian lahan mata air untuk memenuhi ke utuhan air masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, siap membeli 17 lahan yang menjadi kawasan sumber mata air. Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, langkah ini merupakan wujud upaya dalam menyelamatkan lingkungan dan memenuhi kebutuhan air masyarakat yang selama ini menjadi kekhawatiran terhadap ancaman rawan air di masa yang akan datang.

"Kita akan membeli 17 titik sumber air tersebar di beberapa daerah di Garut," kata Rudy Gunawan usai meninjau sumber mata air di Tanjungnagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Rabu (20/2).

Ia menuturkan, Pemkab Garut memberikan perhatian serius dalam menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya menjaga kawasan yang menjadi sumber mata air di Garut. Upaya keseriusan pemerintah itu, lanjut dia, dibarengi dengan mengalokasikan anggaran untuk membeli tanah atau kawasan yang menjadi sumber mata air.

Salah satu titik yang akan segera dibeli adalah titik mata air di Cibulerang, Kecamatan Wanaraja, dengan dana yang disiapkan sebesar Rp12 miliar. Ia menargetkan, seluruh titik mata air yang akan dibeli ditargetkan dapat selesai pada tahun 2022 dengan sumber dana akan dialokasikan setiap tahun.

Menurutnya, menjaga sumber mata air perlu dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan jaminan kebutuhan masyarakat terhadap air. Sumber mata air itu selanjutnya akan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau dikelola secara swadaya untuk kebutuhan masyarakat sekitar.

"Air bersih itu kebutuhan dasar, jadi harus dipenuhi, karena sekarang saja masih ada daerah yang kekurangan," katanya.

Ia menambahkan, hasil peninjauan sumber mata air di Tanjungnagara menunjukan bahwa titik itu memiliki volume air 100 liter per detik, bahkan pada musim kemarau air tersebut masih mengalir. Dengan optimalisasi titik mata air itu, maka nantinya secara akumulasi seluruh kebutuhan air masyarakat dalam jangka panjang dapat terpenuhi.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA