Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Pemkot Promosikan Jajanan Pasar Khas Solo

Kamis 21 Feb 2019 16:45 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Jajanan pasar

Jajanan pasar

Foto: Wahyu Suryana / Republika
Pameran kuliner akan dimeriahkan oleh 115 pelaku usaha.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Dinas Perdagangan Kota Solo menggelar pameran kuliner untuk mempromosikan jajanan pasar khas Solo. Pameran kuliner bertema Jawa Ora Ilang Jawane, Pasar Ora Ilang Kumandange, Jajanan Pasar Ora Ilang Pelanggane tersebut digelar di Plaza Sriwedari, Ahad (24/2).

Baca Juga

Pameran kuliner berupa jajanan pasar dan masakan khas Kota Solo tersebut dikemas dalam bentuk Pasar Krempyeng. Jajanan-jajanan itu digelar semua di Pasar Krempyeng dengan total lebih dari 100 stand.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagiyo, mengatakan, pameran jajanan pasar tersebut bertujuan untuk mempromosikan, memberi pengetahuan, dan meningkatkan pariwisata kuliner asli Solo. Selain itu, juga untuk menghidupkan Pasar Solo zaman dulu. "Sehingga, jajanan pasar dan masakan khas Solo semakin dikenal banyak orang, pariwisata kuliner asli Solo semakin ngangeni," kata dia.

Pameran kuliner akan dimeriahkan oleh 115 pelaku usaha kuliner yang terdiri dari pedagang kuliner pasar tradisional, pedagang kaki lima (PKL) Shelter Kuliner, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang tergabung dalam Asosiasi Kuliner. Jenis masakan yang akan dipamerkan sebanyak 70 jenis masakan yang terdiri dari 25 jenis jajanan pasar basah, 15 jenis jajanan pasar kering, 20 jenis masakan Sala, dan 10 jenis minuman.

"Tidak boleh jualan jajanan modern. Jajanan pasar itu seperti gempol, ceprot, tempe gembus, dan soto," ujarnya.

Jajanan pasar basah seperti ande-ande lumut, lenjongan, gronto, lupis, apem, tahu petis, aneka jenang, srabi, getuk, jadah, lemper, gemblong, arem-arem, tiwul, sosis solo, aneka gorengan, timus, wajik, pukis, dan ketan bubuk.

Sedangkan jajanan kering seperti brem, peyek, rengginang, semprong, onde-onde, intip, ceriping pohong, dan rambak sapi.

Kemudian, masakan khas Solo seperti gudeg, sate buntel, sate kere, bakmi toprak, timlo, tengkleng, tahu kupat, sego pecel, bebek goreng, dan ayam goreng.

Sementara minuman yang dipamerkan seperti dawet, gempol pleret, susu kedelai, wedang jahe, dan wedang uwuh.

Rangkaian dari kegiatan Semarak Jajanan Pasar Rakyak Solo 2019 antara lain donor darah, lomba mewarnai gambar dengan tema 'Aku Cinta Belanja di Pasar Tradisional' untuk anak TK, dan lomba mewarnai gambar bertema 'Aku Cinta Rupiah' untuk anak SD kelas 1 dan 2.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA