Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Banjarmasin Rencanakan Hutan Kota dari Rambai Padi

Rabu 25 Dec 2013 10:01 WIB

Red: Julkifli Marbun

Petani membawa bibit padi untuk ditanam di persawahan.

Petani membawa bibit padi untuk ditanam di persawahan.

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui Dinas Sumberdaya Air dan Drainase (SDA) merencanakan hutan kota dari tanaman rambai padi (Soneratia sp).

Kepala Dinas SDA Banjarmasin Muryanta kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu membenarkan adanya keinginan menciptakan sebuah kawasan hutan kota dari tanaman rambai padi yakni satu jenis tanaman bakau.

Wilayah yang ingin dijadikan hutan kota tanaman rambai padi adalah di daerah sungai kawasan Jalan Jafri Jam-jam, karena kawasan tersebut akan dijadikan kawasan wisata perairan.

Dipilihnya tanaman tersebut karena sesuai dengan kondisi lahan yang berair, serta tanaman tersebut sangat efektif menjaga abrasi, serta teduh dan mudah tumbuh.

Hanya saja sampai sekarang belum ada yang bisa pihak yang bersedia mencarikan bibit untuk tanaman tersebut, karena itu ia mengajak Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin terlibat dalam program penanaman pohon tersebut.

Apalagi FKH sudah terlebih dahulu menghijaukan Banjarmasin melalui tanaman pinang dan pohon trambesi.

Bahkan sekarang FKH sedang menggalakan tanaman lukut (paku sarang burung) yang dibantu oleh Mapala Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin.

Muryanta ingin sekali menghijaukan kawasan Jafri Jam-jam dengan tanaman rambai padi tersebut dan keinginan tersebut nantinya benar-benar bisa terwujud.

Menurut catatan, tanaman rambai padi adalah jenis tumbuhan mangrove yang kadang sulit dibedakan antara bacaurea, brugeria, soneratia dll.

Namun jika diamati dengan jelas misalnya pada daunnya maka akan dapat dikenali misalnya tumbuhan Soneratia yang banyak terdapat di tepian sungai di Barito Kuala (Batola).

Pohon dengan ketinggian mencapai 15 m, jarang mencapai 20 m, memiliki akar nafas vertikal seperti kerucut (tinggi hingga 1 m) yang banyak dan sangat kuat, ujung cabang/ranting terkulai, dan berbentuk segi empat pada saat muda.

Gagang/tangkai daun kemerahan, lebar dan sangat pendek, unit & letak sederhana & berlawanan, bentuk bulat memanjang, ujung membundar, ukuran bervariasi 5-13 x 2-5 cm.

pucuk bunga bulat telur, ketika mekar penuh, tabung kelopak bunga berbentuk mangkok, biasanya tanpa urat, letak di ujung.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA