Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Temuan Bunker di Sungaiselan Bakal Didalami

Selasa 22 Apr 2014 22:57 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Bunker nuklir di Inggris

Bunker nuklir di Inggris

Foto: dailymail

REPUBLIKA.CO.ID,  KOBA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung akan melakukan penelitian lebih mendalam terhadap temuan bunker yang diduga peninggalan zaman Jepang di kawasan Bandara Depati Amir, Kecamatan Sungaiselan.

"Penelitian akan bekerja sama dengan Badan Arkeologi Jambi untuk memastikan temuan tersebut," kata Sekretaris Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bangka Tengah, M Yusuf di Koba, Selasa (22/4).

Ia menjelaskan, bunker tersebut akan dijadikan benda cagar budaya yang merupakan bagian dari aset pemerintah daerah untuk terus dilestarikan menjadi objek wisata budaya. "Justru itu dipastikan dulu potensinya, kemudian dibangun infrastruktur pendukung dan dikelola dengan baik," ujarnya.

Bunker yang diduga peninggalan zaman Jepang itu konon sempat dijadikan gudang senjata dan tempat persembunyian pada zaman penjajahan karena di kawasan bandara dulu merupakan pusat kekuatan angkatan udara Jepang.

"Jika hasil penelitian sudah memastikan itu bunker peninggalan zaman penjajahan, tentu kami pugar dan dijadikan kawasan wisata budaya dan sejarah," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah punya kepentingan untuk memelihara dan melestarikan temuan tersebut karena bisa dijadikan bagian dari aset berharga pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Bangka Tengah memiliki empat lokasi benda cagar budaya (BCB) yakni Sumur Tujuh dan Rumah Belanda di Koba, rumah kuno di Perlang, makam Van Berlink di Sungaiselan dan tiga gua Jepang di Kurau Barat.

"Semuanya merupakan aset budaya potensial, maka kami terus merawat dan menjaganya sebagai kawasan wisata sejarah," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA