Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Sampah Menumpuk dan Membusuk Gara-Gara BBM Langka

Jumat 05 Sep 2014 09:23 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Petugas kebersihan memilah sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kawasan Pangadegan, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (20/8). (Republika/Raisan Al Farisi)

Petugas kebersihan memilah sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kawasan Pangadegan, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (20/8). (Republika/Raisan Al Farisi)

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, NUNUNKAN -- Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara menyatakan sampah menumpuk dan membusuk di berbagai tempat karena tidak terangkut sejak Selasa (2/9) akibat kesulitan mendapatkan BBM untuk armada truk pengangkutnya.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKPPK) Kabupaten Nunukan, Saifullah Djamal di Nunukan, Kamis (4/9) membenarkan timbunan sampah di berbagai lokasi mulai mengeluarkan bau busuk menyengat karena sudah empat hari tak diangkut disebabkan ketiadaan bahan bakar minyak (BBM).

"Memang kami mengalami hambatan mengangkut sampah sejak beberapa hari ini karena kekurangan pasokan BBM jenis solar yang dibatasi oleh agen premium, minyak dan solar (APMS)," ujar dia kepada wartawan.

Ia mengatakan dampak dari pembatasan kuota BBM jenis solar oleh pemerintah pusat berimbas pada pelayanan DKPPK Kabupaten Nunukan kepada masyarakat.

Saifullah Djamal mengakui belum memastikan waktu untuk mengangkut sampah yang masih menumpuk dan membusuk tersebut karena sejak Selasa (2/9), ketersediaan BBM bersubsidi untuk armada angkutan truk sampah telah habis. "Selama belum ada BBM (subsidi) kami tidak bisa mengangkut sampah lagi," ujar dia.

Ia juga menyebutkan, khusus untuk armada pengangkutan sampah rumah tangga selama ini mendapatkan jatah dari APMS sebanyak 20 drum guna mendukung pengoperasian truk sampah selama dua pekan. Namun setelah adanya pembatasan BBM bersubsidi dari pemerintah, DKPPK Nunukan hanya diberikan jatah lima drum.

Kabid kebersihan DKPPK Kabupaten Nunukan mengaku belum menemukan solusi soal keterbatasan BBM tersebut akan tetapi akan berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Energi setempat terlebih dahulu. "Kami bingung juga karena kalau bukan solar maka armada pengangkut sampah tidak bisa beroperasi," kata dia.

Seorang warga di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan mengatakan, tumpukan sampah membusuk di sekitar bak pembuangan sampah rumah tangga di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan karena baunya menyengat dan banyak lalat.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA