Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Pengamat: Kenaikan BBM Keharusan Tekan Subsidi

Kamis 04 Dec 2014 13:02 WIB

Red: Julkifli Marbun

SPBU

SPBU

Foto: Pandega/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Guru besar Universitas Udayana Prof Dr Wayan Windia menilai, kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi suatu keharusan untuk menekan subsidi BBM dalam struktur APBN.

"Subsidi BBM yang selama ini diberikan pemerintah umumnya dinikmati oleh kalangan masyarakat ekonomi menengah ke atas, meskipun hanya hampir semua rezim pemerintah selalu menaikkan harga BBM," kata Prof Windia yang juga ketua pusat penelitian subak Unud di Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan, pemerintah dalam menaikkan harga BBM selalu mempertimbangkan sebuah sistem agar kenaikan itu dapat diterima dengan kesadaran dari seluruh komponen mayarakat.

Hal itu penting agar pihak pengusaha bisa melakukan antisipasi terhadap kenaikan BBM, sehingga tidak rugi atau bangkrut dalam mengembangkan usahanya.

Windia menjelaskan, ada wacana agar penyesuaian harga BBM dilakukan secara kontinyu setiap tahun sesuai perkembangan harga. Dengan demikian perlu adanya nilai kesadaran dari semua elemen bangsa, termasuk politisi dalam penyesuaian harga BBM.

Namun kelompok sosial yang miskin yang menjadi kerak kemiskinan yang terdiri atas petani dan nelayan yang mengalami kemiskinan struktural akibat kenaikan BBM, mereka perlu mendapat perhatian untuk diberdayakan secara berlanjut.

Caranya dengan melakukan pendampingan sosial ekonomi untuk membangun kesadaran masyarakat, bahwa masyarakat miskin harus berjuang untuk mengatasi kekurangannya dengan bekerja keras dan melakukan pendidikan.

Windia menegaskan, masyarakat miskin tersebut juga perlu didorong untuk dapat menghasilkan produksi dalam bentuk apa saja yang mempunyai nilai ekonomis.

Dengan demikian petani dan nelayan pada saat harga BBM naik akan memiliki barang yang bisa dijual untuk meningkatkan penghasilannya.

Oleh sebab itu pemerintah dalam menaikkan harga BBM memilih waktu yang tepat saat golongan masyarakat miskin memiliki barang, seperti saat musim panen.

Selain itu ada alasan yang tepat dan disampaikan secara terbuka alasan pemerintah menaikkan harga BBM kepada masyarakat luas. Dengan demikian masyarakat dapat menerima kenaikan harga BBM tersebut, ujar Prof Windia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA