Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

67 Hotspot Terdeteksi di Riau

Ahad 15 Mar 2015 11:13 WIB

Red: Angga Indrawan

Titik panas kebakaran hutan di Sumatra

Titik panas kebakaran hutan di Sumatra

Foto: ANTARA

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Satelite Modis menggunakan Sensor Terra dan Aqua pada Ahad (5/3) pagi merekam kemunculan 67 titik panas (hotspot) di daratan Provinsi Riau. Terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis yakni mencapai 49 titik.

"Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan sebelumnya bahkan untuk titik panas dengan tingkat kepercayaan kebakaran lahan di atas 70 persen," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Sugarin, Ahad (15/3).

Sugarin menjelaskan, terjadi trend peningkatan titik panas dan titik api sejak beberapa hari terakhir, disebabkan potensi hujan minim dan kondisi panas yang merata di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau.

Ia mengatakan, selain di Bengkalis titik panas juga terpantau di Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir dan Rokan Hulu dengan masing-masing dua titik panas. Selanjutnya, kata dia, titik panas juga terekam berada di Kabupaten Siak tiga titik panas, Kepulauan Meranti lima titik panas, serta Kota Dumai enam titik panas.

"Total seluruhnya ada 67 titik panas hanya di Riau saja, sedangkan untuk keseluruhan Sumatera sekitar 71 titik dan Riau terbanyak," katanya.

Sementara itu untuk titik api (firespot) atau yang diindikasi kuat sebagai peristiwa kebakaran hutan dan lahan, lanjut dia, Satelit Modis menggunakan Sensor Terra dan Aqua mencatat sekitar 46 titik tersebar di sejumlah wilayah kabupaten/kota. Hanya satu titik berada di Kabupaten Rokan Hilir, namun di Dumai dan Kepulauan Meranti masing-masing terdapat empat titik api.

"Selebihnya atau sebanyak 37 titik berada di Kabupaten Bengkalis. Hal itu menyebabkan Bengkalis berpeluang diselimuti kabut asap," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA