Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Excavator Diturunkan Atasi Longsor Ciregol, Brebes

Ahad 12 Apr 2015 16:39 WIB

Rep: Sonia Fitri/ Red: Djibril Muhammad

Tanah longsor

Tanah longsor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jalan Nasional Tegal-Purwokerto di Ciregol, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes mengalami longsor dan ambles pada Sabtu sore (11/4).

Merespons hal tersebut, Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Djoko Mursito mengatakan, pemerintah segera menurunkan dua excavator, Ahad (12/4) serta satu dozer sedang dimobilisasi dari Semarang.

"Petugas di lapangan kami sudah minta untuk segera turunkan excavator, pelaksanaan pengeprasannya sendiri memakan waktu 7 hari, nanti akan kami terus update," kata Djoko Mursito dalam rilis yang diterima Republika, Ahad (12/4).

Sementara, lanjut dia, untuk jalan alternatif Djoko mengimbau kendaraan kecil agar melalui jalan kabupaten, sedangkan untuk kendaraan besar bisa melalui Parakan-Wonosobo-Banjarnegara-Purwokerto-Wangon-bts. Jabar.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Ditjen Bina Marga Kementerian PU-Pera Hedi Rahadian menyatakan saat ini kondisi jalan masih ditutup sambil dilakukan evaluasi.

Untuk pengeprasan tebing, Hedi mengatakan masih ada sedikit kendala dengan pemilik lahan. "Solusinya sedang diusahakan segera," katanya,

Daerah longsor, lanjut dia, akan distabilkan berdasarkan evaluasi teknis yang kini sedang dilakukan. Sedangkan solusi permanen secara relokasi jalan, ia tengah menunggu kesiapan lahan yang pembebasannya dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Brebes.

Diterangkannya, jalan nasional yang menghubungkan wilayah Pantura dengan selatan Jateng tersebut titik amblesnya berada di kilometer 115+900, atau di tebing Sungai Pedes yang longsor pada Februari lalu. Badan jalan yang ambles lebih kurang 50 sentimeter.

Sebelumnya, pada pertengahan Februari lalu diberitakan, kondisi Jalan nasional Tegal-Purwokerto di Ciregol kondisinya mengkhawatirkan. Sebab, belum selesai penanganan longsoran tebing Sungai Glagah di kilometer 115+050 tuntas seratus persen, kini muncul titik longsoran baru di tebing Sungai Pedes di kilometer 115+900 (lajur kanan dari arah Purwokerto.

Longsor kala itu terjadi sepanjang 75 meter dengan kedalaman lebih kurang 50 meter. Longsor disebabkan hujan dan gerusan arus sungai yang menabrak tebing.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA